Friday, December 9, 2016

Terbalik

Tanganku dibelenggu besi panas,
Kakiku dibenamkan kedalam perut bumi,
Dadaku dihimpit dengan tembok hingga sesak,
Kepalaku disiram lahar gunung berapi.

Seperti itu dunia imaji,

Padahal nyatanya aku hanya merindumu.

Anomali

Kusapa hari dengan sedikit gelisah,
Mungkin karena mimpi semalam begitu mencekam.
Bayangan mu muncul dihadapanku,
Begitu nyata, begitu pasti.

Andai surga ada di Muka Bumi,
Sudah pasti banyak yang mencari,

Selayaknya semut menanti mati,
Hanya berjalan sesuai perintah.
Tidak sia-sia,
Tidak! bukan sia-sia.

Rahasia merantai kaki,
Cinta merantai hati.
Mungkin tidak bagiku,
Mungkin salah interpretasi.