Monday, August 3, 2020

Doa Dari Riak Air

Semua kata tak berwujud,
Semua angan tak terwujud,
Semua jiwa yang bersujud,
Semua hati yang suhud,

Semua kenangan yang abadi,
Semua orang yang sendiri,
Semua raga yang tersakiti,
Semua kehidupan yang mati,

Hendakkah akhir semua ini akan indah?

Demi engkau yang tak berwujud,
Demi semua yang tak terwujud,
Demi jiwa yang bersujud,
Demi hati yang suhud,

Demi kenangan yang abadi,
Demi mereka yang sendiri,
Demi raga yang tersakiti,
Demi kehidupan yang mati,

Ku berjuang bersama diriku di jalan Tuhanku,
Menuju kebaikanNya..
Semua ragu yang tak ku hiraukan,
Semua menjadi genap karena kebulatan tekad hati..

Biarkan waktu menunjukkan satu persatu apa yang harusnya menjadi milik dan bukan..

Siapakah Aku

Dalam keheningan yang suram dan dingin,
Aku bersimpu..
Dalam kehampaan yang gelap dan mencekam,
Aku merenung..

Kemana aku akan melangkah?
Tanyaku dalam hati..
Hendakkah kaki ini melangkah menuju yang baik?
Kupikir itu niatan hati..

Dalam kebisingan yang riuh dan panas,
Aku menengadah..
Dalam sesak yang menyilaukan dan ramai,
Aku terperangah..

Bagaimana hidup ini nanti?
Hati dihujani keraguan runcing yang menghujam..
Akankah diri ini berbuat sesuatu yang berarti?
Akan kubuat sesuatu yang menjadi tonggak perubahan..

Engkau yang Maha Esa,
Engkau yang Maha Agung,
Engkau yang Maha Pengasih,
Engkau yang Maha Penyayang,

Engkau yang Maha Hidup,
Engkau yang Maha Menghidupi..
Engkau yang Awal,
Engkau yang Akhir,

Siapakah aku?