Ada paras yang tak henti menghantui dunia imajiku..
Paras manis dengan cekung menggemaskan di pipinya..
Elok.. Itu kata yang terlintas setiap kutatapi potretnya..
Seringkali ku bercerita segala yang kurasa padanya kepada langit..
Bulan pun cemburu karena ada yang mampu memikatku selain
dirinya..
Dia mengembalikkan senyumku..
Dia menyejukkan tanpa mengetahuinya..
Dia menjadi mentari di siangku dan rembulan di malamku..
Ketika benak bertanya siapa dirinya dan tak ada jawab yang kudapat..
Ketika hati membuka diri sudikah sang dikara pun sekedar singgah..
Paras manis dengan cekung menggemaskan di pipinya..
Elok.. Itu kata yang terlintas setiap kutatapi potretnya..
Seringkali ku bercerita segala yang kurasa padanya kepada langit..
Bulan pun cemburu karena ada yang mampu memikatku selain
dirinya..
Dia mengembalikkan senyumku..
Dia menyejukkan tanpa mengetahuinya..
Dia menjadi mentari di siangku dan rembulan di malamku..
Ketika benak bertanya siapa dirinya dan tak ada jawab yang kudapat..
Ketika hati membuka diri sudikah sang dikara pun sekedar singgah..