Ini berawal dari pembicaraan antara saya dan paman saya tentang premanisme ataupun tindakan-tindakan yang anarkis di Indonesia..
Saya diperlihatkan beberapa video yang benar-benar menjijikkan bagi saya karena perilaku tirani itu sangat asing di mata saya walaupun tidak demikian bagi telinga saya..
Lalu saya teringat akan kehidupan saya di masa pendidikan Sekolah Menengah Atas yang tertarik dengan latar belakang dari terjadinya peristiwa-peristiwa seperti ini..
Di kampung halaman saya kota Cirebon, tepatnya di daerah pesisir Cirebon sering terjadi peristiwa-peristiwa naas seperti ini. Entah itu dilatar belakangi masalah pribadi ataupun kepentingan kelompok, namun tetap saja merugikan dan tidak baik bagi citra kota Cirebon..
Dari pengamatan dan penilaian saya pribadi ada beberapa faktor yang menghasut terjadintya peristiwa-peristiwa seperti ini beberapa diantaranya adalah : Faktor Geografis, Lingkungan Sosial, Gaya Hidup..
Mari kita mulai bahas dari Faktor Geografis..
Kemungkinan besar dari letak daerah mereka yang tergolong beriklim panas (terkadang sangat panas) ini menciptakan suasana yang seirama pula terhadap kondisi emosi warga yang tinggal di daerah ini. Mereka cenderung lebih agresif dan tempramental menghadapi segala perbincangan, terlebih lagi suatu masalah yang merugikan pihaknya.
Faktor Lingkungan Sosial..
Lingkungan yang mendukung terjadinya peristiwa ini adalah banyaknya pengangguran muda dan rendahnya tingkat pendidikan mereka yang mengakibatkan seringnya terjadinya perkumpulan yang justru berdampak baik di satu sisi dan pula sebaliknya, perkumpulan ini membuat mereka merasa senasib dan memaksa mereka (secara tidak sadar) menumbuhkan rasa simpati yang terlalu berlebihan satu sama lainnya. Persatuan seperti ini menjadi cenderung tertutup bagi orang lain sehingga pola pikir mereka menjadi senada dan cenderung monoton. Dengan tidak adanya dominasi membuat mereka merasa nyaman dan setara satu sama lain ditambah dengan pola pikir yang serupa, pandangan yang sama semakin mengokohkan persatuan mereka ini. Saat salah seorang dari mereka ini dihadapkan dendam pribadi maka menjadikannya dendam bagi kelompok mereka juga, sehingga memicu timbulnya perkara-perkara karangan yang mendukung mereka melakukan tindakan anarki secara berkelompok.
Gaya Hidup..
Gaya hidup mereka yang monoton menciptakan suatu kejenuhan tersendiri dan saat ada hiburan rakyat yang terbuka bagi umum menjadikannya sangat menarik dan membangkitkan minta mereka untuk menyaksikannya secara berkelompok juga. Di samping itu kelompok-kelompok seperti ini juga sering mengkonsumsi sesuatu yang membuat kehilangan kesadaran mereka yang utuh. Bisa itu minuman keras maupun lainnya yang didapatkan dari transaksi ilegal.
Benar-benar miris saya melihat begitu banyaknya pengangguran di Indonesia mengingat Sumber Daya Alam di negeri ini yang begitu melimpah.Saya teringat pernah membaca satu kalimat pada spanduk dalam suatu acara yang diadakan oleh Departemen Sosial di Kantornya di Salemba Raya, Jakarta pusat yang bertuliskan "Apa Jadinya Dunia Tanpa Indonesia". Saya menyimpulkan bahwa kalimat ini bertujuan untuk menyemangati kita sebagai warga Indonesia agar lebih terpacu lagi kreatifitasnya dalam memanfaatkan segala yang ada di Indonesia.
Miris sekali saat saya melihat betapa banyaknya anak-anak yang mengais meminta belas kasih di bawah gedung-gedung perbisnisan yang kokoh di jakarta. Beberapa diantara mereka terlihat pucat dan kelaparan, sedangkan di atas gedung itu sendiri banyak orang yang menghabiskan uang dengan jumlah yang banyak hanya untuk hal yang tidak berguna.
Banyak sekali mereka yang menjadi korban dari keputusan-keputusan tidak tegas dan tidak bijaksana yang diambil oleh pemerintah. Menurut pandangan saya dampak terburuk yang akan terjadi dari masalah negara kita yang begitu kompleks ini akan membentuk karakter yang buruk bagi warga Indonesia.
Memang sangat sulit untuk menyudahi masalah yang semakin lama semakin berkelumit mencekik warga Indonesia.Banyaknya praktek korupsi yang dilakukan oleh oknum-oknum yang berkepentingan memperkeruh kepercayaan rakyat terhadap para pemimpinnya. Setiap orang tidak lagi tenang memandang satu sama lain, mereka saling mencurigai. Semakin banyak orang yang tidur sembari menahan lapar karena tuntutan kondisi ekonomi.
Tetapi di samping itu, cukup banyak hal yang bisa membuat kita bangga menjadi warga Indonesia baik dari Warganya maupun Tanah Airnya.
Maju Indonesiaku!! Tunjukkan pada dunia bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang kuat dan cerdas!!
Tulisan ini adalah cuplikan dari catatan pribadi saya yang juga disertai serentetan fakta yang saya ketahui dan dari pengamatan saya.
Mohon maaf jika postingan saya ini mengganggu pencitraan baik anda terhadap Indonesia.
Saya diperlihatkan beberapa video yang benar-benar menjijikkan bagi saya karena perilaku tirani itu sangat asing di mata saya walaupun tidak demikian bagi telinga saya..
Lalu saya teringat akan kehidupan saya di masa pendidikan Sekolah Menengah Atas yang tertarik dengan latar belakang dari terjadinya peristiwa-peristiwa seperti ini..
Di kampung halaman saya kota Cirebon, tepatnya di daerah pesisir Cirebon sering terjadi peristiwa-peristiwa naas seperti ini. Entah itu dilatar belakangi masalah pribadi ataupun kepentingan kelompok, namun tetap saja merugikan dan tidak baik bagi citra kota Cirebon..
Dari pengamatan dan penilaian saya pribadi ada beberapa faktor yang menghasut terjadintya peristiwa-peristiwa seperti ini beberapa diantaranya adalah : Faktor Geografis, Lingkungan Sosial, Gaya Hidup..
Mari kita mulai bahas dari Faktor Geografis..
Kemungkinan besar dari letak daerah mereka yang tergolong beriklim panas (terkadang sangat panas) ini menciptakan suasana yang seirama pula terhadap kondisi emosi warga yang tinggal di daerah ini. Mereka cenderung lebih agresif dan tempramental menghadapi segala perbincangan, terlebih lagi suatu masalah yang merugikan pihaknya.
Faktor Lingkungan Sosial..
Lingkungan yang mendukung terjadinya peristiwa ini adalah banyaknya pengangguran muda dan rendahnya tingkat pendidikan mereka yang mengakibatkan seringnya terjadinya perkumpulan yang justru berdampak baik di satu sisi dan pula sebaliknya, perkumpulan ini membuat mereka merasa senasib dan memaksa mereka (secara tidak sadar) menumbuhkan rasa simpati yang terlalu berlebihan satu sama lainnya. Persatuan seperti ini menjadi cenderung tertutup bagi orang lain sehingga pola pikir mereka menjadi senada dan cenderung monoton. Dengan tidak adanya dominasi membuat mereka merasa nyaman dan setara satu sama lain ditambah dengan pola pikir yang serupa, pandangan yang sama semakin mengokohkan persatuan mereka ini. Saat salah seorang dari mereka ini dihadapkan dendam pribadi maka menjadikannya dendam bagi kelompok mereka juga, sehingga memicu timbulnya perkara-perkara karangan yang mendukung mereka melakukan tindakan anarki secara berkelompok.
Gaya Hidup..
Gaya hidup mereka yang monoton menciptakan suatu kejenuhan tersendiri dan saat ada hiburan rakyat yang terbuka bagi umum menjadikannya sangat menarik dan membangkitkan minta mereka untuk menyaksikannya secara berkelompok juga. Di samping itu kelompok-kelompok seperti ini juga sering mengkonsumsi sesuatu yang membuat kehilangan kesadaran mereka yang utuh. Bisa itu minuman keras maupun lainnya yang didapatkan dari transaksi ilegal.
Benar-benar miris saya melihat begitu banyaknya pengangguran di Indonesia mengingat Sumber Daya Alam di negeri ini yang begitu melimpah.Saya teringat pernah membaca satu kalimat pada spanduk dalam suatu acara yang diadakan oleh Departemen Sosial di Kantornya di Salemba Raya, Jakarta pusat yang bertuliskan "Apa Jadinya Dunia Tanpa Indonesia". Saya menyimpulkan bahwa kalimat ini bertujuan untuk menyemangati kita sebagai warga Indonesia agar lebih terpacu lagi kreatifitasnya dalam memanfaatkan segala yang ada di Indonesia.
Miris sekali saat saya melihat betapa banyaknya anak-anak yang mengais meminta belas kasih di bawah gedung-gedung perbisnisan yang kokoh di jakarta. Beberapa diantara mereka terlihat pucat dan kelaparan, sedangkan di atas gedung itu sendiri banyak orang yang menghabiskan uang dengan jumlah yang banyak hanya untuk hal yang tidak berguna.
Banyak sekali mereka yang menjadi korban dari keputusan-keputusan tidak tegas dan tidak bijaksana yang diambil oleh pemerintah. Menurut pandangan saya dampak terburuk yang akan terjadi dari masalah negara kita yang begitu kompleks ini akan membentuk karakter yang buruk bagi warga Indonesia.
Memang sangat sulit untuk menyudahi masalah yang semakin lama semakin berkelumit mencekik warga Indonesia.Banyaknya praktek korupsi yang dilakukan oleh oknum-oknum yang berkepentingan memperkeruh kepercayaan rakyat terhadap para pemimpinnya. Setiap orang tidak lagi tenang memandang satu sama lain, mereka saling mencurigai. Semakin banyak orang yang tidur sembari menahan lapar karena tuntutan kondisi ekonomi.
Tetapi di samping itu, cukup banyak hal yang bisa membuat kita bangga menjadi warga Indonesia baik dari Warganya maupun Tanah Airnya.
Maju Indonesiaku!! Tunjukkan pada dunia bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang kuat dan cerdas!!
Tulisan ini adalah cuplikan dari catatan pribadi saya yang juga disertai serentetan fakta yang saya ketahui dan dari pengamatan saya.
Mohon maaf jika postingan saya ini mengganggu pencitraan baik anda terhadap Indonesia.