Tuesday, February 19, 2013

Api

Api
Dimana-mana orang menyalakan api
Bukan untuk menghangatkan tubuhnya, tapi untuk membakar yang dibencinya
Bukan untuk kebaikannya melainkan untuk memenuhi keinginannya untuk membalaskan dendam
Air pun sudah tak ada lagi
Kini api membakar masing-masing jiwa yang penuh dengan gas beracun itu
Bukannya habis malah berbanyak beranak pinak
Apa yang mereka inginkan?
Perang sebesar apa yang mereka tujukan?
Kehancuran seperti apa yang mereka inginkan

Sunday, February 17, 2013

Hati Manis

Tak hentinya dia menendang

Namun sang tuan tiada naik pitam

Diusapnya kebahagiaan dalam dirinya

Terasa hinggap disana berbulan lamanya

Harap cemas semua yang dimakan

Waktu menantang ajal dengan garis ibu jari

Ada lelaki berdiri disampingnya

Setia menemani jeritnya

Tak henti harap cemas itu dari keringatnya

Demi lembaran baru dia korbankan segalanya

Hati manis yang kecil

Hati manis yang didamba

Langit dan Laut

Ombak menari dengan damai
Hidupnya selalu ramai

Menahan tangis entah kenapa

Haru kah dirinya?
Atau sedih di hatinya?

Langit muncul diujungnya dengan tangan terbuka
Dia pun melayang ke pelukannya
Menangisnya dia disana diringi nyanyian lumba-lumba yang berkabung
Langit di ujung lautan kini telah datang

Hangat kembali
Damai di hati
Tiada lagi menanti
Takkan ada lara mendekati

Hidupmu laut
Bahagiamu langit

Aku saksinya....