Sunday, February 17, 2013

Hati Manis

Tak hentinya dia menendang

Namun sang tuan tiada naik pitam

Diusapnya kebahagiaan dalam dirinya

Terasa hinggap disana berbulan lamanya

Harap cemas semua yang dimakan

Waktu menantang ajal dengan garis ibu jari

Ada lelaki berdiri disampingnya

Setia menemani jeritnya

Tak henti harap cemas itu dari keringatnya

Demi lembaran baru dia korbankan segalanya

Hati manis yang kecil

Hati manis yang didamba