Wednesday, March 20, 2013

Sosok nyata dalam imaji yang begitu buram
Sebentuk rasa bagi manusia yang begitu muram

Kemarin adalah hari dimana dia berteriak
Esok adalah kesempatannya untuk tersenyum

Bahagia orang cari
Bahagia selalu dinanti
Manusia tau apa?
Manusia bisa apa?

Berlari kelaut, hanya pasir dan ombak yang ditemuinya
Mendaki gunung, hanya pepohonan dan keheningan yang menyapanya

Sosok itu berlari kesana kemari
Sosok itu melayang

Alam pikir terkoyak lalu terbakar bagai kapas kering berminyak
Apinya berkobar sekian lama tak kunjung padam

Kidung di hati terus terlantun
Lantunnya sendu bagai nyanyian merpati

Mendungnya hati selalu berlaun