Sosok nyata dalam imaji yang begitu buram
Sebentuk rasa bagi manusia yang begitu muram
Kemarin adalah hari dimana dia berteriak
Esok adalah kesempatannya untuk tersenyum
Bahagia orang cari
Bahagia selalu dinanti
Manusia tau apa?
Manusia bisa apa?
Berlari kelaut, hanya pasir dan ombak yang ditemuinya
Mendaki gunung, hanya pepohonan dan keheningan yang menyapanya
Sosok itu berlari kesana kemari
Sosok itu melayang
Alam pikir terkoyak lalu terbakar bagai kapas kering berminyak
Apinya berkobar sekian lama tak kunjung padam
Kidung di hati terus terlantun
Lantunnya sendu bagai nyanyian merpati
Mendungnya hati selalu berlaun
Sebentuk rasa bagi manusia yang begitu muram
Kemarin adalah hari dimana dia berteriak
Esok adalah kesempatannya untuk tersenyum
Bahagia orang cari
Bahagia selalu dinanti
Manusia tau apa?
Manusia bisa apa?
Berlari kelaut, hanya pasir dan ombak yang ditemuinya
Mendaki gunung, hanya pepohonan dan keheningan yang menyapanya
Sosok itu berlari kesana kemari
Sosok itu melayang
Alam pikir terkoyak lalu terbakar bagai kapas kering berminyak
Apinya berkobar sekian lama tak kunjung padam
Kidung di hati terus terlantun
Lantunnya sendu bagai nyanyian merpati
Mendungnya hati selalu berlaun