Berjalan dari gurun ke arah yang tak pernah dipuji..
Berhenti di tengah perjalanan untuk minum beberapa kali..
Bukan dahaga ini yang ingin kupuaskann..
Bukan juga lapar ini yang ingin kuhapuskan..
Tapi sepi dan luka sebadan ini yang terus-terusan memakan dagingku..
Di suatu hari aku hendak berlari setelah menyiapkan kedua kakiku yang sudah kaku..
Namun, ada burung camar merah bersuara unik memikat hatiku.. "Mungkin ini yang selalu aku cari?" tanyaku
Hampir sebulan aku mengikutinya, kuperhatikan apa yang selalu disukainya dan membuatnya betah di dahan yang kering dan hampir mati itu..
Aaaaah! ternyata kekasihnya mati di dahan itu saat menjaganya.
Dia tak tergugah walau ku ada dihadapannya..
Sehari setelah itu ada sayap tumbuh dari punggungku, langsung ku kepakkan sayap baru ku yang masih lemah itu..
Sembari menangis, sayap-sayap ku memang lemah sebagaimana hati.. Hingga jatuhlah diriku ke ruang hampa ini
Yang selalu kupikir adalah, selamanya ku kan ada disini..
Namun kau datang dari tempat yang mereka sebut surga, dengan senyum indah di wajahmu itu..
Membangunkan tidur kelamku selama ini, disini.. Dan menunjukkan jalan agar ku bisa keluar dari ruangan ini..
Namun membuatku putus asa beberapa kali, karena jalan yang kau tunjukkan padaku untuk keluar sangat-sangatlah sulit dan penuh resiko..
Sampai saat ini masih selalu kucoba, walaupun salah langkah setengah, aku mati..
Berhenti di tengah perjalanan untuk minum beberapa kali..
Bukan dahaga ini yang ingin kupuaskann..
Bukan juga lapar ini yang ingin kuhapuskan..
Tapi sepi dan luka sebadan ini yang terus-terusan memakan dagingku..
Di suatu hari aku hendak berlari setelah menyiapkan kedua kakiku yang sudah kaku..
Namun, ada burung camar merah bersuara unik memikat hatiku.. "Mungkin ini yang selalu aku cari?" tanyaku
Hampir sebulan aku mengikutinya, kuperhatikan apa yang selalu disukainya dan membuatnya betah di dahan yang kering dan hampir mati itu..
Aaaaah! ternyata kekasihnya mati di dahan itu saat menjaganya.
Dia tak tergugah walau ku ada dihadapannya..
Sehari setelah itu ada sayap tumbuh dari punggungku, langsung ku kepakkan sayap baru ku yang masih lemah itu..
Sembari menangis, sayap-sayap ku memang lemah sebagaimana hati.. Hingga jatuhlah diriku ke ruang hampa ini
Yang selalu kupikir adalah, selamanya ku kan ada disini..
Namun kau datang dari tempat yang mereka sebut surga, dengan senyum indah di wajahmu itu..
Membangunkan tidur kelamku selama ini, disini.. Dan menunjukkan jalan agar ku bisa keluar dari ruangan ini..
Namun membuatku putus asa beberapa kali, karena jalan yang kau tunjukkan padaku untuk keluar sangat-sangatlah sulit dan penuh resiko..
Sampai saat ini masih selalu kucoba, walaupun salah langkah setengah, aku mati..