Wahai jiwa-jiwa yang tenang
Berhati-hatilah dirimu
Kepada hati-hati yang penuh
Dengan kebencian yang dalam
Karena sesungguhnya iblis
Ada dan bersemayam
Di hati yang penuh dengan benci
Di hati yang penuh dengan prasangka
Laskar cinta…
Sebarkanlah benih-benih cinta
Musnahkanlah virus-virus benci
Virus yang bisa rusakkan jiwa
Dan busukkan hati
Laskar cinta…
Ajarkanlah ilmu tentang cinta
Karena cinta adalah hakikat
Dan jalan yang terang bagi semua
Umat manusia
Jika kebencian meracunimu…
Kepada manusia lainnya
Maka sesungguhnya iblis
Sudah berkuasa atas dirimu
Maka jangan pernah berharap
Aku akan mengasihi
Menyayangi manusia-manusia
Yang penuh benci seperti kamu..
Laskar cinta…
Sebarkanlah benih-benih cinta
Musnahkanlah virus-virus benci
Virus yang bisa rusakkan jiwa
Dan busukkan hati
Laskar cinta…
Ajarkanlah ilmu tentang cinta
Karena cinta adalah hakikat
Dan jalan yang terang bagi semua
Umat manusia
Wahai jiwa jiwa yang tenang jangan sekali kali kamu
Mencoba jadi tuhan dengan mengadili dan menghakimi
Bahwasanya kamu memang tak punya daya dan upaya
Serta kekuatan untuk menentukhan kebenaran yg sejati
Bukankah kita memang tercipta laki laki dan wanita
Dan menjadi suku-suku dan bangsa-bangsa yang pasti berbeda
Bukankah kita memang harus saling mengenal dan menghormati
Bukan untuk saling bercerai-berai dan berperang angkat senjata
Berhati-hatilah dirimu
Kepada hati-hati yang penuh
Dengan kebencian yang dalam
Karena sesungguhnya iblis
Ada dan bersemayam
Di hati yang penuh dengan benci
Di hati yang penuh dengan prasangka
Laskar cinta…
Sebarkanlah benih-benih cinta
Musnahkanlah virus-virus benci
Virus yang bisa rusakkan jiwa
Dan busukkan hati
Laskar cinta…
Ajarkanlah ilmu tentang cinta
Karena cinta adalah hakikat
Dan jalan yang terang bagi semua
Umat manusia
Jika kebencian meracunimu…
Kepada manusia lainnya
Maka sesungguhnya iblis
Sudah berkuasa atas dirimu
Maka jangan pernah berharap
Aku akan mengasihi
Menyayangi manusia-manusia
Yang penuh benci seperti kamu..
Laskar cinta…
Sebarkanlah benih-benih cinta
Musnahkanlah virus-virus benci
Virus yang bisa rusakkan jiwa
Dan busukkan hati
Laskar cinta…
Ajarkanlah ilmu tentang cinta
Karena cinta adalah hakikat
Dan jalan yang terang bagi semua
Umat manusia
Wahai jiwa jiwa yang tenang jangan sekali kali kamu
Mencoba jadi tuhan dengan mengadili dan menghakimi
Bahwasanya kamu memang tak punya daya dan upaya
Serta kekuatan untuk menentukhan kebenaran yg sejati
Bukankah kita memang tercipta laki laki dan wanita
Dan menjadi suku-suku dan bangsa-bangsa yang pasti berbeda
Bukankah kita memang harus saling mengenal dan menghormati
Bukan untuk saling bercerai-berai dan berperang angkat senjata
Ahmad Dhani Prasetyo adalah seorang yang saya kagumi dari karya-karya dan buah pemikirannya yang terinspirasi dari tokoh-tokoh yang hebat dalam ilmu sufi. Salah satunya adalah suatu kemestian bagi bersama untuk menjaga kedamaian dan saling menghargai terhadap keyakinan masing-masing. Salah satu karyanya yang saya sukai mengenai hal yang saya sebut di atas, adalah lagu ini yang mengingatkan bahwa kita manusia seringkali lupa dan memaksakan kehendak maupun keyakinan sendiri, kepada pihak lain yang terkadang dengan cara tidak baik dan mengakibatkan kerugian bagi pihak lain tersebut. Bahwasannya perlu diingat! kebenaran sejati hanyalah milik Tuhan Y.M.E., jadi bagi kamu yang memaksakan kehendakmu dan keyakinanmu diatas kemerdekaan seorang manusia adalah salah jika dilihat dari potongan ayat yang mengatakan "Untukmulah Agamamu, Untukkulah Agamaku" , pandangan saya terhadap penggalan kalimat dalam surat ini adalah, bersalah lah kamu jika kamu memaksakan keyakinan terhadap orang lain. Karena keyakinan adalah tanggung jawabnya kepada Tuhannya, bukannya kepada kamu yang tempatnya salah dan lupa sama seperti kami. Kami akan berperilaku sewajarnya norma yang ada, dan kami harap kalian pun melakukan hal serupa, karena sesungguhnya kedamaian adalah suatu keindahan yang akan dirasakan oleh hati yang tidak dipenuhi ambisi dan prasangka. - Alfian Regusto