Friday, August 23, 2013

Dewa 19 - Laskar Cinta

Wahai jiwa-jiwa yang tenang 
Berhati-hatilah dirimu 
Kepada hati-hati yang penuh 
Dengan kebencian yang dalam 

Karena sesungguhnya iblis 
Ada dan bersemayam 
Di hati yang penuh dengan benci 
Di hati yang penuh dengan prasangka 

Laskar cinta… 
Sebarkanlah benih-benih cinta 
Musnahkanlah virus-virus benci 
Virus yang bisa rusakkan jiwa 
Dan busukkan hati 

Laskar cinta… 
Ajarkanlah ilmu tentang cinta 
Karena cinta adalah hakikat 
Dan jalan yang terang bagi semua 
Umat manusia 

Jika kebencian meracunimu… 
Kepada manusia lainnya 
Maka sesungguhnya iblis 
Sudah berkuasa atas dirimu 

Maka jangan pernah berharap 
Aku akan mengasihi 
Menyayangi manusia-manusia 
Yang penuh benci seperti kamu.. 

Laskar cinta… 
Sebarkanlah benih-benih cinta 
Musnahkanlah virus-virus benci 
Virus yang bisa rusakkan jiwa 
Dan busukkan hati 

Laskar cinta… 
Ajarkanlah ilmu tentang cinta 
Karena cinta adalah hakikat 
Dan jalan yang terang bagi semua 
Umat manusia 

Wahai jiwa jiwa yang tenang jangan sekali kali kamu 
Mencoba jadi tuhan dengan mengadili dan menghakimi 

Bahwasanya kamu memang tak punya daya dan upaya 
Serta kekuatan untuk menentukhan kebenaran yg sejati 

Bukankah kita memang tercipta laki laki dan wanita 
Dan menjadi suku-suku dan bangsa-bangsa yang pasti berbeda 

Bukankah kita memang harus saling mengenal dan menghormati 
Bukan untuk saling bercerai-berai dan berperang angkat senjata


Ahmad Dhani Prasetyo adalah seorang yang saya kagumi dari karya-karya dan buah pemikirannya yang terinspirasi dari tokoh-tokoh yang hebat dalam ilmu sufi. Salah satunya adalah suatu kemestian bagi bersama untuk menjaga kedamaian dan saling menghargai terhadap keyakinan masing-masing. Salah satu karyanya yang saya sukai mengenai hal yang saya sebut di atas, adalah lagu ini yang mengingatkan bahwa kita manusia seringkali lupa dan memaksakan kehendak maupun keyakinan sendiri, kepada pihak lain yang terkadang dengan cara tidak baik dan mengakibatkan kerugian bagi pihak lain tersebut. Bahwasannya perlu diingat! kebenaran sejati hanyalah milik Tuhan Y.M.E., jadi bagi kamu yang memaksakan kehendakmu dan keyakinanmu diatas kemerdekaan seorang manusia adalah salah jika dilihat dari potongan ayat yang mengatakan "Untukmulah Agamamu, Untukkulah Agamaku" , pandangan saya terhadap penggalan kalimat dalam surat ini adalah, bersalah lah kamu jika kamu memaksakan keyakinan terhadap orang lain. Karena keyakinan adalah tanggung jawabnya kepada Tuhannya, bukannya kepada kamu yang tempatnya salah dan lupa sama seperti kami. Kami akan berperilaku sewajarnya norma yang ada, dan kami harap kalian pun melakukan hal serupa, karena sesungguhnya kedamaian adalah suatu keindahan yang akan dirasakan oleh hati yang tidak dipenuhi ambisi dan prasangka. -  Alfian Regusto