Sabtu 28 September 2013, dari tanggal itu sampai pagi tadi saya hanya tidur 5 jam. Sampai teman saya mengatakan kepada saya untuk mencoba obat tidur, dan ternyata efektif.
Dari sabtu 28 September 2013, banyak buah-buah pemikiran saya, yang saya jadikan tulisan.
"Kamu tau alif lamim? Serupa dengan kamu, yang tidak terdefinisi dengan kata dari berbagai bahasa.."
"Manusia hidup di 4 dimensi, 3 dimensi ruang dan 1 dimensi waktu.. Hidup denganmu adalah dimensi ke 5 dimana angan adalah hal yang paling nyata.."
"Kau nikmati kulitnya selama ini, sementara tak sadar buahnya dan bijinya kau buang.. Buahnya yang manis, dan bijinya yang kelak 'kan menjadi benih bagi kebahagiaan berikutnya.. Itulah hidupmu, kering dan sia-sia.."
"Diantara beberapa pohon, ada satu pohon yang takkan pernah tumbang.. Dibakar api tak kunjung padam, malah tumbuh lebih lebat dan banyak buahnya.. Selayaknya besi, namun bisa lebur.. Seperti baja pun bisa meleleh.. Entah apa hikayat sebelumnya.. Rahasia masih bungkam di perut bumi"
"Ada ikatan dalam benak.. Tali itu penuh duri dan mengoyak ruhmu dalam, hingga terasa perih lalu membusuk.. Pilu tak kau rasa, hampa hanya tujuan.. Bintang gelap.. Hujan pun debu.. Jelaga di hati terseka tangisan sang dewi.."
"Hukum butuh dan hukum senang dalam hidup.. Nasi mahal kau teriak, alkohol yang melangit tetap kau puja.."
"Hitam takkan pernah putih.. Juga putih yang takkan pernah kunjung menjadi hitam.. Namun aku kini keduanya, abu-abu.. Diantara yang dirasa dan terlupa.."
"Kemenangan yang kau cari sesungguhnya ada di dalam hati.. Kebenaran yang sesungguhnya ada dan tertancap di dasar nurani.. Kenyataan hanya sebatas di pelupuk mata.."
"Jangan sebut nama dari seonggok daging.. Jangan jua kau rebut obor di tangan.. Kau lari sambil menari, diolok pelupa yang tak tahu malu.."
"Dari langit kau belajar bahasa, dari angin kau belajar menari, pada air kau belajar bijak. Tapi mengapa api yang kau sembah?"
"Satu sisi duka nestapa, sisi lain koin tersenyum. Cahaya dilebur asap di dada, hujaman air jatuh di kepala. Kini remuk redam kisah itu, rusak belulangmu karena lupa dan tipu daya. Tuhanmu SATU, maha segalanya. Tak satupun permohonanmu kau tujukan padaNya."
"Jangan kau semai kebencian di bumi ini, kelak satu hal itu yang paling lembut memecah tak terasa.."
Ini disalin dari draft di telepon selular saya.