Bukan menyamakan, tetapi mendamaikan.
Bukan mendominasi, tetapi mengawali.
Bukan tidak bisa, namun sulit itu biasa.
Jangan karena berbeda lalu dibenci, bencilah yang salah.
Yang salah dari mata kalian, bukan matamu.
Bukan dibuai, tetapi dibangun.
Lemahnya pikiran ditandai dengan sulitnya menerima perbedaan.
Keruhnya hati, ditandai dengan sulitnya memaafkan.
Cicak merayap di dinding, kuda berjalan di tanah, burung terbang di udara, dan ikan berenang di air.
Masing-masing benar bagi hidupnya, dan manusia, sesungguhnya dipenuhi rasa takut dihatinya.
Membungkusnya dengan keberanian seadanya, yang bisa robek kapanpun bahkan oleh lidah.
Hidup ada dua, yang jadi satu di badanmu.
Setengah milik Tuhan, setengah milikmu.
Hargai milikmu, agungkan milik Tuhan.
Bukan mendominasi, tetapi mengawali.
Bukan tidak bisa, namun sulit itu biasa.
Jangan karena berbeda lalu dibenci, bencilah yang salah.
Yang salah dari mata kalian, bukan matamu.
Bukan dibuai, tetapi dibangun.
Lemahnya pikiran ditandai dengan sulitnya menerima perbedaan.
Keruhnya hati, ditandai dengan sulitnya memaafkan.
Cicak merayap di dinding, kuda berjalan di tanah, burung terbang di udara, dan ikan berenang di air.
Masing-masing benar bagi hidupnya, dan manusia, sesungguhnya dipenuhi rasa takut dihatinya.
Membungkusnya dengan keberanian seadanya, yang bisa robek kapanpun bahkan oleh lidah.
Hidup ada dua, yang jadi satu di badanmu.
Setengah milik Tuhan, setengah milikmu.
Hargai milikmu, agungkan milik Tuhan.