Kala sesuatu yang tak mampu lagi kau pandang, menjadi sesuatu yang tidak kau percaya.
Celakalah kau!
Mungkin mata yang paling esensial di dirimu sudah tak mampu melihat apapun.
Mungkin kulit yang paling esensial di dirimu sudah tak mampu merasa apapun.
Masihkah kau yakini rindu yang tak berbentuk tapi terasa?
Pernahkah kau rasa gelisah yang tanpa alasan, namun kebenaran yang kau temukan?
Adakah rasa iri yang perlahan mengendalikan tangan dan kakimu?
Bisakah kau membenci sesuatu yang bahkan kau tak pernah lihat ataupun rasakan?
Semua yang kau percaya hanya dari kulit yang tercela.
Kebodohan, keangkuhan, serakah dan celakalah dirimu!
Celakalah kau!
Mungkin mata yang paling esensial di dirimu sudah tak mampu melihat apapun.
Mungkin kulit yang paling esensial di dirimu sudah tak mampu merasa apapun.
Masihkah kau yakini rindu yang tak berbentuk tapi terasa?
Pernahkah kau rasa gelisah yang tanpa alasan, namun kebenaran yang kau temukan?
Adakah rasa iri yang perlahan mengendalikan tangan dan kakimu?
Bisakah kau membenci sesuatu yang bahkan kau tak pernah lihat ataupun rasakan?
Semua yang kau percaya hanya dari kulit yang tercela.
Kebodohan, keangkuhan, serakah dan celakalah dirimu!