Tuesday, July 14, 2015

Kamulah PembedaNya

Jalanan sepi yang kukenal,
Lautan api yang jadi sahabatku,
Usang semua dalam kelambu hitam.
Kulipat, lalu kusimpan dalam peti.

Tuhan t'lah tunjukkan milikNya padaku,

Demi mata yang 'kan slalu teregun,
Kutiti anak tangga ini, walau sesekali kaki tak tetap menapaki.
Demi jemari yang sempat sekejap kusentuh,
Kusulam kisah yang tercecer di ruang rindu.

Andai kata bisa merangkai hatimu,
Akan kubuat kata seindah yang tak kubayangkan.
Andai hati bisa merangkai katamu,
Akan kuberi hati dalam heningnya kasih.

Tak ada noda yang berbekas,
Tak ada luka yang tertinggal.
Kau hanya buka mataku,
Melihat yang tak pernah bisa kulihat sebelumnya.

Bila saja ku bisa merayu,
Beribu malam hingga mulutku berbuih.

Kau ada di satu titik dimana peluru bisa berbalik,
Kau ada di satu titik dimana angin tak bisa melewatimu,
Kau ada di satu titik dimana senyum adalah api,
Kau ada di satu titik dimana mimpi adalah realita.

Kau putar duniaku hingga kini tak seperti semula..

Usah semua kata kuucap jika tak satupun sampai di telingamu,
Usah semua arah kutempuh jika tak bawa diriku ke pelukmu.

Andai adalah kata yang jarang kuucap belakangan ini,
Semua hanya antara iya dan tidak.
Hanya bila kau, semua iya bagiku.

Karena kamulah pembeda bagiku,
Di tengah Dunia yang semakin hari semakin membosankan ini.
Semua karenaNya..
Dan Dia tahu satu pintaku.

Sunday, July 5, 2015

Titik Berat Pandangan yang Kabur

Tak satupun yang tahu,
Kutiti jalan, kuarungi jua waktu
Kini mereka pun tahu,
Sudah kutiti jalan, jua kuarungi sang waktu

Tiada yang berharga di depan mata,
Namun takkan terbayarkan yang ada di hati.
Sungguh cinta meneguhkan segalanya,
Mataku seakan menyala bagai pendar cahaya dalam kelamnya waktu

Tak kucari yang kumau,
Bukan karena aku tak selaki-laki itu.
Tak kucari yang kumau,
Karena, ku terbiasa dengan air yang membasahi keringnya tanah.

Tiada kan mengerti,
Namun waktu jua tak sekeji itu.
Suatu kelak mereka akan tahu bahwa yang berbeda tak bisa sama.

Tiada kan pahami,
Namun waktu jua tak sekeji itu.
Suatu kelak mereka akan tahu bahwa yang sama masih bisa berbeda.

Namun hati terkadang pasrah akan bengisnya warna,
Hingga rela diperkosa dunia.

Biarlah, nanti mereka kan mengerti..
Bahwa yang berbeda tak bisa sama.

Terima Kasih untuk Cinta dan Pencipta Cinta..