Thursday, September 24, 2015

Tanya

Lalu kapan aku dapat hidup tenang?
Seolah hati dikejar waktu..
Waktu yang membeku diujung malam..
Bersama rindu yang menikam hati..

Rindu ini bukan untukmu,
Rindumu bukan untukku,
Sekilas kilau senyummu menyapa hati.
Namun kutahu takkan pernah abadi..

Aku rindu kota tirani,
Dimana nurani digilas habis oleh nafsu,
Tiada bimbang, tiada ragu.
Hanya melangkah sepi menyusuri waktu.

Andai kata itu ada dalam hati,
Yang paling nyata dan tanpa noda..
Kuhanya ingin menghabiskan sisa malam ini memelukmu,
Kecupi keningmu hingga terlelap dalam pelukku.
Meronakkan senyummu untuk hangat cintamu..

Telah lama kuterdiam dalam kebimbangan hati.
Terombang keinginan juga cita-cita.
Dihujam dusta dan kepalsuan.
Dideru dosa di tiupi doa..

Tuhan..
Aku hanya ingin bersamamu selamanya dalam keabadian..
Yang tak pernah mengecewakanku..
Yang tak pernah melupakanku..
Yang selalu menjadikan cintaku cinta abadi yang diikat rindu berduri.