Ada anak yang merengek manja berharap terpenuhi apa yang diminta.
Ada guru tanpa sertifikasi menyemai benih kebencian di dalam sekolah-sekolah..
Ada pemuda-pemudi yang sibuk dengan benda berkilauan..
Ada wanita yang terbiasa tinggal di tempat gelap bersama para binatang malam..
Seolah nestapa ada di depan mata..
Masing-masing tanpa tujuan saling meneriaki semua salah..
Seolah tau kebenaran ada di dalam hati..
Masing-masing tanpa tujuan berpelukan seperti saudara.
Entah apa yang kulihat ini pertanda kehancuran atau hanya keputus asaanku.
Aku melihat dengan jelas apa yang terjadi, ke arah mana seolah modernisasi adalah identitas bangsa,
Seolah-olah inovasi tiada berpedoman.
Melewati batas menjadi suatu hal yang biasa, Berbeda dianggap hina, Baru sudah pasti baik, Lantang sudah tentu benar.
Hidup terlampau jauh, memang benar hanyalah senda gurau belaka bagi yang melihatnya.
Ada guru tanpa sertifikasi menyemai benih kebencian di dalam sekolah-sekolah..
Ada pemuda-pemudi yang sibuk dengan benda berkilauan..
Ada wanita yang terbiasa tinggal di tempat gelap bersama para binatang malam..
Seolah nestapa ada di depan mata..
Masing-masing tanpa tujuan saling meneriaki semua salah..
Seolah tau kebenaran ada di dalam hati..
Masing-masing tanpa tujuan berpelukan seperti saudara.
Entah apa yang kulihat ini pertanda kehancuran atau hanya keputus asaanku.
Aku melihat dengan jelas apa yang terjadi, ke arah mana seolah modernisasi adalah identitas bangsa,
Seolah-olah inovasi tiada berpedoman.
Melewati batas menjadi suatu hal yang biasa, Berbeda dianggap hina, Baru sudah pasti baik, Lantang sudah tentu benar.
Hidup terlampau jauh, memang benar hanyalah senda gurau belaka bagi yang melihatnya.