Tuesday, May 17, 2016

Ode To the Stars

I know there's too many wars that i've been failed, it's not because i'm not doing my best, but however i know it's just the way it's suppossed to be. Then as uncle McCartney said enough of "let it be" words, with a bigger heart at one time i am agree with the thing he tell to us, if you ever aware of what he says of course.

As the time is going by, one by one my favorite stars are fading away. It seems like i'm doing impersonification of them, but it's true if they are just a phase of the night, the time when we always keep our dream.

Sorry will always be a hardest word to say, ironically, because so many times we've said it as a simplest payment of our mistakes. But at this moment i would say sorry for the stars that i am no longer adoring them.

This is the taste of sweetest surrender,
I don't have any defences,
But i don't understand..
Somehow the memories is still remains..

My dear,

There is not to cry about,
Here is not to worry about,
It's just a simple world..
With such a complicated mind..

My dear,

Below the sky we're living,
As long as this earth spinning around,
We will always be a lover,
We will always be a lover.

Setelah Sekian Lama..

Saat sepi mengisi hati..
Saat angin malam membawa debu diantara hening para pejalan kaki..
Kuharap adanya mereka kan mengobati.

Saat waktu berjalan begitu lama..
Saat kawan begitu jauh sementara semua udara sudah meninggalkan dada..
Kuharap kan tiba kasih yang kudamba.

Lancang aku bertaruh dengan berkata yang belum kupahami maknanya,
seakan semua sudah pasti, bicaraku di depan yang Maha Mengetahui.

Seperti sapi berbaris di penjagalan.
Ada satu sudut dimana sedikit gelap menjadi nyaman,
tempat aku menanti..

Tanpa tahu apa yang akan terjadi..
Tiba pula si tukang jagal.
Tanpa pisau tanpa kapak, mengepakkan sayap,
Menjejalkan aroma cemara dalam penggalan nafasku yang kering.

Aku tak tahu mengapa malaikat tak terlihat.
Jika malaikat adalah wanita, kutemui salah satu darinya malam ini.
Di hadapanku..
Bukan pula jemari ataupun langkah kaki.
Seakan semua bukan lagi problematika.

Sementara alunan merdu gitar samar bergema di telinga.
Sementara udara seketika hampa.
Bukan karena makanan yang setengah habis.
Bukan pula karena hari yang melelahkan.

Namun lembut jabat tangan,
Juga tutur yang mempesona buatku hilang kendali.

Luluh pula gunung es yang selalu aku banggakan,
Hancur pula angkuh yang selama ini menjulang,
Lebur semua gumpalan ego milikku,
Samar pula pandangan yang selama ini kuandalkan.

Andai kata perang ini hanya milikku,
Sudah pasti aku tak punya pertahanan.
Andai kata jiwa ini hanya milikku.
Sudah pasti hal ini takkan terjadi.

Kau balikkan hati,
Kau kembalikan rasa,
Kau usap pilu,
Kau manusiakan aku kembali..

Setelah sekian lama..



Sunday, May 1, 2016

Bread - If

If a picture paints a thousand words
Then why can't I paint you?
The words will never show
The you I've come to know

If a face could launch a thousand ships
Then where am I to go?
There's no one home but you
You're all that's left me too
And when my love for life is running dry
You come and pour yourself on me

If a man could be two places at one time
I'd be with you
Tomorrow and today
Beside you all the way

If the world should stop revolving
Spinning slowly down to die
I'd spend the end with you
And when the world was through
Then one by one the stars would all go out
Then you and I would simply fly away