Oooh malam..
Tak lagi bisa aku menikmati keheninganmu..
Keheningan yang selalu mampu membasuh jelaga kalbuku yang kian menua,
Kini alamku tak lagi sama, ku tak lagi sendiri..
Ia disampingku, namun ia yang paling jauh..
Ia disisiku, namun ia yang enggan aku temui..
Seolah hidup semakin terpatri pada keresahan,
Seolah hidup semakin terpasung oleh kebimbangan,
Kini aku berjalan menempuh hidup ini,
Seolah berdua namun sendiri,
Berduaku kini lebih sendiri dari sendiriku..
Tak lagi kutanyakan tentang tujuan hidupku ini,
Malahan mundur bertanya arti hidup,
Seolah mengulang perjalanan yang sudah jauh kutinggalkan, seolah berputar dalam pusaran gelombang nestapa...
Wahai sayangku, malam..
Kembalilah padaku,
Peluk erat api pikiranku ini yang semakin hari semakin berkecamuk membakar semua yang sudah kubangun..
Aku merindumu..
Sungguh sangat merindumu..