Friday, August 24, 2012

Berjalan dan Terdiam

Berjalan sendirian demi angin dan badai yang telah menghancurkan hidupnya
membuat langkah kecil yang akan mengawali perubahan dalam hidupnya
menanti kematian seseorang dan menanti bersatunya sepasang kekasih dalam ikatan abadi
melihat ke depan jauh sampai terjatuh dalam kata dan dosa
bintang jatuh menindih tubuhnya
senang yang dia rasakan lalu seketika tersedih karena luka yang dideritanya
ada seseorang tertidur dengan senyum bahagia di wajahnya
seseorang yang sangat dia kenal
seseorang yang dahulu sangat dia cintai
seseorang yang mengkhianati janji mereka
dia tertawa mengingat kenangan selama beberapa tahun ke belakang
lalu seperti ada belati mencincang senyumnya dalam beberapa saat yang sangat cepat
dia bercerita kepada dedaunan kering yang bernasib sama dengan dirinya
lalu terdiam setelah lelah namun tetap terjaga.