Masalah, masalah dan masalah.
Dalam hidup, kita selalu menghadapi berbagai macam masalah dengan segala kriteria dan skala.
Ada masalah yang besar sampai kita berputus asa, ada juga masalah-masalah kecil namun banyak dan membawa petaka.
Arti kata dari masalah sendiri adalah sesuatu yang harus diselesaikan, saat suatu kejadian bisa kita hindari sebelumnya berarti bukan masalah bagi kita, bagi orang yang semakin dewasa cenderung berkurang timbulnya masalah yang disebabkan oleh perilaku dirinya, berbanding terbalik dengan anak-anak.
Saya berikan contoh dari pengalaman pribadi saya, dulu sewaktu saya berumur 6 atau 7 tahunan, saya pernah bermain sepak bola karet di dalam rumah sampai memecahkan piring penghargaan dari menteri budaya dan pariwisata yang didapat berkat hasil kerja keras ayah saya. Saat kejadian itu, spontan ibu saya marah mendengar suara pecah dari ruang tengah, saya hanya bisa membereskan pecahan itu dan berharap bakal ada amnesti atas kesalahan saya. Namun dengan suasana hati yang sangat kacau itu ditambah kerja otot jantung yang berlebihan karena mendengar langkah ibu saya yang keluar dari kamarnya, saya langsung lari kepadanya lalu mencium tangannya dan memohon maaf, walaupun ada orang lain yang membersihkan pecahan kaca itu, ibu saya tidak berenti mengeluarkan segala petuah dan kata-kata yang membuat saya jera untuk bermain bola di dalam ruangan lagi.
Nah!! ini dia!!
Kalau dari sudut pandang saya yang sekarang berumur 21 tahun, jujur idiot sekali kenapa saya harus bermain bola di dalam rumah, kenapa tidak di garasi atau di taman rumah?
Dan itu salah satu alasan saya tidak menyukai sepak bola sampai saya berumur 20 taunan.
Dulu langit terasa akan runtuh, kalau mendengar ibu saya marah karena saya pulang sore keasyikan bermain di rumah teman sewaktu saya masih di Sekolah Dasar. Tapi sekarang? saya malah kangen dimarahi begitu oleh ibu saya.
Dunia terasa dingin dan sepi mengingat ulah-ulah saya sewaktu kecil yang seringkali membuat ibu saya marah.
Kalau berharap ayah saya yang memarahi, itu hanya akan menjadi harapan kosong, ayah saya orangnya pendiam dan tidak pernah sekalipun saya bercanda dengan beliau.
Sedari saya sd sampai dengan sekarang, tidak pernah sekalipun ada intermezzo yang terjadi di setiap pembicaraan saya dengan beliau secara langsung, biasanya ibu saya atau orang lain yang melakukannya.
Kalaupun pembicaraan sudah mulai memanas biasanya saya yang mengalah untuk menghentikan pembicaraan, karena sadar beliau adalah orang tua saya.
Masalah yang terjadi seiringnya pendewasaan biasanya terjadi dari faktor eksternal, semisal akademis, pacar yang posesif ataupun sering nuntut kalian untuk bisa begitu dan begini.
Manusia yang mulai dewasa biasanya menghindari masalah yang akan terjadi karena perilakunya sendiri, misalnya seperti teman semasa sma sma dulu, yang kalau tidak punya uang untuk makan enak, dia mengaku mengambil makanan yang murah padahal yang dia makan adalah makanan yang mahal. Manusia dewasa paham betul kalau ini akan jadi masalah baik di dunia maupun akhirat.
Masalah ada buat menempa karakter kita, sama seperti besi yang polos atau tidak jelas bentuknya lalu ditempa agar bisa terbentuk dengan sempurna sesuai dengan apa yang diharapkan, semakin tinggi suhu dan kuat tempaannya akan semakin jelas yang bentuk akhir nantinya. Untuk manusia, yang menempa ini adalah penciptanya tentunya, Allah SWT yang saya maksud dalam agama yang saya peluk.
Allah memberikan cobaan, terpaan atau apapun gambaran kalian, untuk membangun karakter yang Allah inginkan, besyukurlah kalau masalah itu terasa berat bagi kalian. Karena itu berarti Allah menginginkan kalian untuk menjadi pribadi yang lebih fungsional dan dinamis dalam hidup kedepannya.
Manusia yang disebut dewasa dapat dilihat dari bagaimana dia tahu dimana dia berbicara, bersikap dan berpenampilan, kalau yang ini pendapat saya dan cara penilaian saya selama ini.
Orang pintar belum tentu dewasa, ini juga menurut saya. Karena masih banyak orang pintar yang saya kenal masih belum bisa menempatkan dirinya.
Manusia yang dewasa biasanya lebih bisa dipercaya, diandalkan dan stabil emosinya.
Kestabilan emosi ini sangat sulit bagi saya dan mungkin banyak orang lainnya untuk mendapatkannya, karena saat ada masalah yang menguras daya pikir dan psikis, kita sebagai manusia cenderung bisa berubah secara drastis dan tidak bisa ditebak.
Saya beri contoh, saya memberikan statement dalam suatu forum bahwa saya tidak akan mengebut di jalanan umum, karena saya sendiri paham akan resiko dan dampak yang akan terjadi kalau ada sesuatu yang di luar perhitungan dalam mengemudi. Namun lain ceritanya saat anda mengemudi dengan membawa orang yang sekarat di dalam mobil anda.
Orang yang benar-benar sudah matang adalah orang yang bisa mengendalikan keadaan dalam situasi yang bagaimanapun karena cenderung tenang saat berpikir.
Jika ada masalah saat ini, ini berarti waktu yang tepat untuk kita bisa belajar menyelesaikannya.
Sama seperti pengalaman pribadi saya saat memecahkan piring karena bermain bola atau pulang terlalu sore, sekarang masalah-masalah itu terlihat begitu sepele dan kita jelas sudah memiliki jalan keluarnya.
Sedangkan masalah-masalah tersebut pada saat itu terasa sangat berat dan menghantui saya.
Masalah yang sudah bisa kita selesaikan, akan menjadi pembelajaran tersendiri kedepannya. Itulah mengapa orang tua pantas memberikan nasehat, karena pengalaman dan masa hidup yang telah dilaluinya, sebuah keputusan yang bijak jika kita meminta nasehat kepada orang yang paham dan berpengalaman akan masalah yang sedang kita hadapi. Karena ada juga orang yang bisa menyelesaikan masalah namun dengan proses (fase) yang tidak sempurna bahkan tidak baik.
Saya beri contoh, saat seseorang berkeinginan untuk membuat Surat Izin Mengemudi tetapi dia cenderung tidak mau repot dan bertele-tele, padahal itu adalah proses terbaik yang ada. Dia malah memilih untuk menggunakan jasa ilegal dalam pembuatan SIM walaupun dengan biaya yang lebih mahal.
Dia menyelesaikan masalah dari keinginannya untuk bisa memiliki surat izin mengemudi, tetapi saat ditanya oleh orang lain apa saja prosedur dan berapa biaya formal pembuatannya, dia tidak akan bisa menjawab.
Masalah ada karena kita hidup, masalah akan selalu ada, masalah akan menempa kita setiap saat jika kita mau maju. Tentunya semakin banyak dan besar keinginan kita, maka akan muncul masalah dan kendala yang yang setimpal.
Saya beri contoh, saat seseorang berniat untuk membuat resital musik dalam acara kumpul keluarga, masalah dan kendala yang muncul jelas berbeda dengan mengadakan konser bintang besar, baik itu dari sisi finansial, waktu dan tempat.
Inilah mengapa manusia dimuliakan dari makhluk lainnya, karena manusia bisa berfikir, manusia cerdik dan dengan bentuk tubuh yang sempurna. Manusia bisa berenang seperti ikan, manusia bisa membuat dan menerbangkan pesawat seperti burung, manusia bisa berjalan dan berlari di darat.
Berpikiran cerdiklah, karena kecerdikan dalam menghadapi masalah akan sangat membantu kita dalam menyelesaikan berbagai macam masalah.
Jangan pernah lari dari masalah yang datang, karena setiap masalah yang datang adalah potongan dari teka-teki yang mempermudah kita dalam menjalani kehidupan ini.
Kesimpulan yang saya ambil adalah, masalah adalah materi pendewasaan yang sangat sempurna dan ideal untuk membuat kita lebih dewasa. Mempertajam kecerdikan kita adalah salah satu upaya terbaik untuk bisa menyelesaikan berbagai macam masalah.
Karena tulisan ini murni buah pemikiran saya sendiri, saya selalu menanti dan menerima segala kritik dan saran dari pembaca sekalian. :)
Dalam hidup, kita selalu menghadapi berbagai macam masalah dengan segala kriteria dan skala.
Ada masalah yang besar sampai kita berputus asa, ada juga masalah-masalah kecil namun banyak dan membawa petaka.
Arti kata dari masalah sendiri adalah sesuatu yang harus diselesaikan, saat suatu kejadian bisa kita hindari sebelumnya berarti bukan masalah bagi kita, bagi orang yang semakin dewasa cenderung berkurang timbulnya masalah yang disebabkan oleh perilaku dirinya, berbanding terbalik dengan anak-anak.
Saya berikan contoh dari pengalaman pribadi saya, dulu sewaktu saya berumur 6 atau 7 tahunan, saya pernah bermain sepak bola karet di dalam rumah sampai memecahkan piring penghargaan dari menteri budaya dan pariwisata yang didapat berkat hasil kerja keras ayah saya. Saat kejadian itu, spontan ibu saya marah mendengar suara pecah dari ruang tengah, saya hanya bisa membereskan pecahan itu dan berharap bakal ada amnesti atas kesalahan saya. Namun dengan suasana hati yang sangat kacau itu ditambah kerja otot jantung yang berlebihan karena mendengar langkah ibu saya yang keluar dari kamarnya, saya langsung lari kepadanya lalu mencium tangannya dan memohon maaf, walaupun ada orang lain yang membersihkan pecahan kaca itu, ibu saya tidak berenti mengeluarkan segala petuah dan kata-kata yang membuat saya jera untuk bermain bola di dalam ruangan lagi.
Nah!! ini dia!!
Kalau dari sudut pandang saya yang sekarang berumur 21 tahun, jujur idiot sekali kenapa saya harus bermain bola di dalam rumah, kenapa tidak di garasi atau di taman rumah?
Dan itu salah satu alasan saya tidak menyukai sepak bola sampai saya berumur 20 taunan.
Dulu langit terasa akan runtuh, kalau mendengar ibu saya marah karena saya pulang sore keasyikan bermain di rumah teman sewaktu saya masih di Sekolah Dasar. Tapi sekarang? saya malah kangen dimarahi begitu oleh ibu saya.
Dunia terasa dingin dan sepi mengingat ulah-ulah saya sewaktu kecil yang seringkali membuat ibu saya marah.
Kalau berharap ayah saya yang memarahi, itu hanya akan menjadi harapan kosong, ayah saya orangnya pendiam dan tidak pernah sekalipun saya bercanda dengan beliau.
Sedari saya sd sampai dengan sekarang, tidak pernah sekalipun ada intermezzo yang terjadi di setiap pembicaraan saya dengan beliau secara langsung, biasanya ibu saya atau orang lain yang melakukannya.
Kalaupun pembicaraan sudah mulai memanas biasanya saya yang mengalah untuk menghentikan pembicaraan, karena sadar beliau adalah orang tua saya.
Masalah yang terjadi seiringnya pendewasaan biasanya terjadi dari faktor eksternal, semisal akademis, pacar yang posesif ataupun sering nuntut kalian untuk bisa begitu dan begini.
Manusia yang mulai dewasa biasanya menghindari masalah yang akan terjadi karena perilakunya sendiri, misalnya seperti teman semasa sma sma dulu, yang kalau tidak punya uang untuk makan enak, dia mengaku mengambil makanan yang murah padahal yang dia makan adalah makanan yang mahal. Manusia dewasa paham betul kalau ini akan jadi masalah baik di dunia maupun akhirat.
Masalah ada buat menempa karakter kita, sama seperti besi yang polos atau tidak jelas bentuknya lalu ditempa agar bisa terbentuk dengan sempurna sesuai dengan apa yang diharapkan, semakin tinggi suhu dan kuat tempaannya akan semakin jelas yang bentuk akhir nantinya. Untuk manusia, yang menempa ini adalah penciptanya tentunya, Allah SWT yang saya maksud dalam agama yang saya peluk.
Allah memberikan cobaan, terpaan atau apapun gambaran kalian, untuk membangun karakter yang Allah inginkan, besyukurlah kalau masalah itu terasa berat bagi kalian. Karena itu berarti Allah menginginkan kalian untuk menjadi pribadi yang lebih fungsional dan dinamis dalam hidup kedepannya.
Manusia yang disebut dewasa dapat dilihat dari bagaimana dia tahu dimana dia berbicara, bersikap dan berpenampilan, kalau yang ini pendapat saya dan cara penilaian saya selama ini.
Orang pintar belum tentu dewasa, ini juga menurut saya. Karena masih banyak orang pintar yang saya kenal masih belum bisa menempatkan dirinya.
Manusia yang dewasa biasanya lebih bisa dipercaya, diandalkan dan stabil emosinya.
Kestabilan emosi ini sangat sulit bagi saya dan mungkin banyak orang lainnya untuk mendapatkannya, karena saat ada masalah yang menguras daya pikir dan psikis, kita sebagai manusia cenderung bisa berubah secara drastis dan tidak bisa ditebak.
Saya beri contoh, saya memberikan statement dalam suatu forum bahwa saya tidak akan mengebut di jalanan umum, karena saya sendiri paham akan resiko dan dampak yang akan terjadi kalau ada sesuatu yang di luar perhitungan dalam mengemudi. Namun lain ceritanya saat anda mengemudi dengan membawa orang yang sekarat di dalam mobil anda.
Orang yang benar-benar sudah matang adalah orang yang bisa mengendalikan keadaan dalam situasi yang bagaimanapun karena cenderung tenang saat berpikir.
Jika ada masalah saat ini, ini berarti waktu yang tepat untuk kita bisa belajar menyelesaikannya.
Sama seperti pengalaman pribadi saya saat memecahkan piring karena bermain bola atau pulang terlalu sore, sekarang masalah-masalah itu terlihat begitu sepele dan kita jelas sudah memiliki jalan keluarnya.
Sedangkan masalah-masalah tersebut pada saat itu terasa sangat berat dan menghantui saya.
Masalah yang sudah bisa kita selesaikan, akan menjadi pembelajaran tersendiri kedepannya. Itulah mengapa orang tua pantas memberikan nasehat, karena pengalaman dan masa hidup yang telah dilaluinya, sebuah keputusan yang bijak jika kita meminta nasehat kepada orang yang paham dan berpengalaman akan masalah yang sedang kita hadapi. Karena ada juga orang yang bisa menyelesaikan masalah namun dengan proses (fase) yang tidak sempurna bahkan tidak baik.
Saya beri contoh, saat seseorang berkeinginan untuk membuat Surat Izin Mengemudi tetapi dia cenderung tidak mau repot dan bertele-tele, padahal itu adalah proses terbaik yang ada. Dia malah memilih untuk menggunakan jasa ilegal dalam pembuatan SIM walaupun dengan biaya yang lebih mahal.
Dia menyelesaikan masalah dari keinginannya untuk bisa memiliki surat izin mengemudi, tetapi saat ditanya oleh orang lain apa saja prosedur dan berapa biaya formal pembuatannya, dia tidak akan bisa menjawab.
Masalah ada karena kita hidup, masalah akan selalu ada, masalah akan menempa kita setiap saat jika kita mau maju. Tentunya semakin banyak dan besar keinginan kita, maka akan muncul masalah dan kendala yang yang setimpal.
Saya beri contoh, saat seseorang berniat untuk membuat resital musik dalam acara kumpul keluarga, masalah dan kendala yang muncul jelas berbeda dengan mengadakan konser bintang besar, baik itu dari sisi finansial, waktu dan tempat.
Inilah mengapa manusia dimuliakan dari makhluk lainnya, karena manusia bisa berfikir, manusia cerdik dan dengan bentuk tubuh yang sempurna. Manusia bisa berenang seperti ikan, manusia bisa membuat dan menerbangkan pesawat seperti burung, manusia bisa berjalan dan berlari di darat.
Berpikiran cerdiklah, karena kecerdikan dalam menghadapi masalah akan sangat membantu kita dalam menyelesaikan berbagai macam masalah.
Jangan pernah lari dari masalah yang datang, karena setiap masalah yang datang adalah potongan dari teka-teki yang mempermudah kita dalam menjalani kehidupan ini.
Kesimpulan yang saya ambil adalah, masalah adalah materi pendewasaan yang sangat sempurna dan ideal untuk membuat kita lebih dewasa. Mempertajam kecerdikan kita adalah salah satu upaya terbaik untuk bisa menyelesaikan berbagai macam masalah.
Karena tulisan ini murni buah pemikiran saya sendiri, saya selalu menanti dan menerima segala kritik dan saran dari pembaca sekalian. :)