Sunday, September 22, 2013

Wa Ao

Adalah Sesuatu yang bikin badan jadi enteng..
Enteng banget..

Wednesday, September 18, 2013

Senja di Hari

Udara segar ini..
Entah racun ataukah bisa..
Memaksa..

Ada bisik yang tak pernah kau balas..
Ada kecewa yang selalu kau teriakkan,
diantara pepohonan hijau..

Aku kini disini sendiri..

Tak kau lihat..
Serupa satu butiran salju di kutub utara..
Mendamba kekasih malah jadi luka..

Remang malam kini bersandar dalam sepinya hati
Walaupun kupikir senja kan selalu ada di hari..

Kamu

Bibir itu..
Gigi itu..
Kening itu..
Begitu adanya..
Dia selalu seperti itu..

Rambut lembut..
Langkah kecil..
Suara kurban..
Pinggang yang indah..
Terus kukenang..

Takut..
Tangis..
Tawa..
Senandung..
Bahagia..

Kamu..

rahasiA

Kubiarkan bungkam di hati tanpa menanti..
Kupatahkan sayapnya yang mati..
Jua kini malam bertanya..
Kubiarkan remuk diremas sepi..

Ada lelaki yang berdiri di depan pintu keluar

Kau lebih lagi ada banyak sekali di jalanmu

Ada angkuh, sombong, dan manusia..

Kini kesederhanaan adalah wacana si bibir merah.
Bentuknya cinta..
Rasanya pahit seperti kopi..

Ada pula saling memiliki yang menjadi primadona kehidupan.
Rasanya hangat..
Bentuknya sangat buruk.

Tak sepatah kata pun alam berucap..
Namun ia berbahasa.
Sayangnya aku mengerti sendiri selama ini
dan tak pernah kuragukan sedikitpun apa yang disampaikannya

Tapi tetaplah seperti ini wahai alam
Kau tiada apa-apanya dibanding yang Mencipta
Karena mungkin ini inginNya

Walau mati, menanti
Rahasi a biarlah tak terucap hingga penghujung masa
Dari teluk alam pikir
Hingga buaian alam nyata

Biarlah rahasi a tak tersentuh hingga nanti di akhir pertempuran..
Dari bibirku
Hingga hati pun akan kutipu agar tetap menjadi rahasi a

"Aku Cinta Padamu?"

Ruang Semu yang Kukoyak

Sekali kuhisap sembari tertawa..
Penatnya hari terhapus kupikir..
Ada rambut halus yang lembut nan wangi,
disusul dengan bayangan wajahnya yang kemerahan itu..

Kembali kuhisap sembari tertawa..
Dia dibalik sinar mentari yang bertajuk sore..

Ruang hitam ini kembali diisi dengan makanan manis
Ruang hitam ini kembali diisi dengan keintiman dan air mata..

Kucoba sandarkan bayangan itu di sudut hati..
Ada potret dan senandung yang kulihat dan kudengar..
Indah gambarnya, merdu senandungnya..

Kini kuhisap sampai habis sampai tersedak..
Ada kebencian dan rasa lapar
Ada sakit dan sedih
Ada harapan dan bayangan
Ada luka dan cinta.

Oh tuhan!!
Jangan senyum itu..
Jangan hapus senyum itu dari wajahnya..
Tak satupun diantara semua yang kuingat selain senyum itu..

Kau tahu?
Kau pikir aku mesum?

Akulah sepi!
Akulah lapar!

Jangan kau siram taman yang sudah basah
Jangan pula kau semai benih mawar di padang pasir

Ini dia!
Akhirnya kutemukan jawabnya!

Aku tersesat dalam ruang semu yang kukoyak.

Friday, September 13, 2013

Biarkan Kebencian Itu

Biarkanlah kebencian itu memasuki tubuhmu
Takkan kau lihat baiknya dunia
Biarkanlah kebencian itu mengalir dalam darahmu
Takkan mampu kau sulam kain sutra

Biarkanlah kebencian itu mendarah daging jua di ruhmu
Takkan mampu kau sentuh kebaikan semesta
Biarkanlah kebencian itu merasuk kedalam sukmamu
Takkan sempat kau tersenyum karena cinta

Ubahlah kebencianmu itu..
Bencilah kebencian!!

Sampaikan Pada Mereka

Sampaikan pada mereka, bahwa mereka adalah yang kumadu..
Cinta sejatinya akan pergi menghadap Tuhan dengan keadaan separuh telanjang

Sampaikan pada mereka, bahwa mereka adalah yang kumadu..
Hidupnya takkan sia-sia karena dinantinya di Surga..

Sampaikan pada mereka, bahwa mereka adalah yang kumadu..
Ada sepeninggal cintaku dalam lembaran kisah hidupnya yang dapat mereka jadikan tempat untuk bersandar

Sampaikan pada mereka, bahwa jika ada anak ketiga, maka mereka adalah anak-anakku yang akan membawa 1000 perubahan bawa namaku..

Aku kini bersama cinta yang paling sejati dari mereka yang mengaku..
Lengkap sudah pencarianku, menapaki langkah yang selalu terayun dengan sendu..

Sampaikan pada mereka, bahwa jika ada anak ketiga, maka sayangilah mereka dan ajarkan segala kebaikan tanpa meminta belas kasih..

Sesungguhnya cintaku tak seberapa dibandingkan cinta kalian kelak..

Wednesday, September 11, 2013

Foo Fighters - Best Of You

I've got another confession to make
I'm your fool
Everyone's got their chains to break
Holdin' You

Were you born to resist or be abused?
Is someone getting the best, the best, the best, the best of you?
Is someone getting the best, the best, the best, the best of you?

Are you gonna and onto someone new?
I neededd somewhere to hang my head
Without your noose
You gave me something that I didn't have
But had no use
I was too weak to give in
Too strong to lose
My heart is under arrest again
But I break loose
My head is giving me life or death
But I can't choose
I swear I'll never give in
I refuse

Is someone getting the best, the best, the best, the best of you?
Is someone getting the best, the best, the best, the best of you?
has someone taken your faith?
It's real, the pain you feel
You trust, you must
Confess
Is someone getting the best, the best, the best, the best of you?

Has someone taken your faith?
It's real, the pain you feel
The life, the love, you'd die to heal
The hope that starts the broken hearts
You trust, you must
Confess

Is someone getting the best, the best, the best, the best of you?
Is someone getting the best, the best, the best, the best of you?

I've got another confession my friend
I'm no fool
I'm getting tired of starting again
Somewhere new

Were you born to resist or be abused?
I swear I'll never give in
I refuse

Is someone getting the best, the best, the best, the best of you?
Is someone getting the best, the best, the best, the best of you?
has someone taken your faith?
It's real, the pain you feel
You trust, you must
Confess
Is someone getting the best, the best, the best, the best of you?

Tuesday, September 10, 2013

Kembali Kau Datang

Kini aku disini, dengan damai dan sejuk
Kembali kau datang serupa nestapa
Kaku kaki kiri ini, kanan pun begitu
Kembali kau datang serupa derau derita

Kau menyedihkan!

Datang jika hendak meminta
Pergi tanpa diminta
Kala damai menyapa,
kembali kau datang meminta

Sunday, September 8, 2013

Akulah Dia.... Si Pecandu Dosa

Kau bilang Tuhanmu satu
Kini kau bilang Ia tak ada

Pada keheningan malam yang kutapaki, aku sebutir pasir di tepian pantai
Di kegaduhan siang yang kuarungi, akulah buih di lautan

Dulu kau bilang kau sembuh
Kini kau kembali jatuh
Dulu kau bilang kau putih
Kini kau semerah api

Apakah perancis busuk itu yang merusak otakmu?
Tak lain kamu adalah aku, dia dan mereka

Kembali kau jatuh menjadi pecandu...
Pecandu dosa
Kau penggandrung dosa yang pekat

Jelaga di hatimu takkan terhapus oleh usapan manis bidadari
Pekat hatimu yang terbakar takkan bisa kau cuci dengan doa

Kembali kau jatuh menjadi pecandu...
Pecandu dosa
Kau penggandrung dosa yang pekat

Saturday, September 7, 2013

Kau bilang

Kau bilang air kini berbuih..
Kau sebut jagung kemarin dan nanti..
Kau bilang rokokmu itu berbau..
Kau sebut aku pemalu..

Aku ingat semua itu

Tanpa pedati, kau tetap berlari..
Kini kau mati jemari tanpa tandai hari..

Sujudmu

Sujudmu kau anggap paling benar..
Harap cemas dipojok masjid dengan mata memerah..

Perak di tangan kananmu..
Emas di tangan kirimu..

Tanpa lihat kanan kau meludah..

Ibu memberi susu..
Anak serupa ibu..

Kau buat malu mereka..
Bapakmu yang berkeringat di dahinya..
Ibumu yang lebam di tangannya..

Kau buat malu dibawahmu..
Anakmu yang hormat padamu..
Cucumu yang berlari malu..

Sujudmu kini hanya tuhan yang tahu..
Kami manusia hanya termangu..

Teman Pitam

Hingga kini kau buang malumu..
Awal yang berakhir kini menyaru..

Legam kau geming di kuping kawan..
Segan hilang serupa asap..
Hendak kau akhiri, namun takkan bisa..

Katamu : "Tolong!"

Tapi katamu, melegam..
Melegam!!
Melegam!!

Kau teman pitam!!
Tak punya malu, telanjang di depan Tuhan..

Birahi Temanmu

Sekali waktu kau datang 'tuk bertanya..
Tak satupun kau abaikan..
Baginya kau pundi birahi..
Tak kau gubris sama sekali..

Seru bagimu..
Jera jua kau seru..

Birahi temanmu takkan usai baginya..
Kini sudah kau lupa, tak ada lagi yang tersisa..

Candu Bagimu

Teruslah..
Teruskanlah..

Teruslah kau merasa benar..
Teruskanlah keyakinanmu itu..

Kelak 'kan kau sesali pada suatu masa..
Dan sesalmu 'kan jadi candu bagimu..

Wednesday, September 4, 2013

Jangan jadikan keyakinan orang lain yang nuranimu menggapnya benar, menjadi salah, hanya karena kamu membenci orangnya. - Alfian Regusto

Monday, September 2, 2013

Begini

Hmmmm... berhubung otak lagi mampet dan enggak ada sajak yang bisa dibuat, gw curhat aja malem ini, enggak ada yang bisa dijadiin tempat cerita juga selain blog ini.
Gw emang enggak pernah deket sama bokap, dari kecil gw udah terbiasa pake bahasa-bahasa kaku dan enggak pernah manja ke beliau. Sering selisih pendapat, sering salah paham satu sama lain, dan lain-lainnya yang masih enggak menyenangkan. Di ulang tahun gw yang ke-22 kemarin itu, orang-orang kantor pada nanyain gw ultah ke berapa, dan bokap bilang ke-25. dan jadilah lilin di surprise party itu angka 25. hahaha yepp! that's the typical of my father, seems like don't care about this kind of things hahaha but actually i really appreciate for all the things he give to us, for his contribution to my family i mean. Dan di satu sisi, gw selalu enggak bisa buat ngecewain beliau, karena gw punya keyakinan kalau pengabdian kepada orang tua hadiahnya adalah berkah kepada keluarga yang akan kita bangun kelak, InsyaAllah.. dan di sisi lain, kalau bokap udah ngomong sama anak-anaknya itu semua kayak enggak nanggepin dengan serius, tapi pasti terbius dan jadi sugesti yang tumbuh berkembang di dalam pikirannya. Nah both of side ini yang bikin gw selalu total saat mengerjakan sesuatu yang menjadi titahnya ke gw sebagai kepala keluarga.

Berhubung dari jaman gw dan adek-adek gw kecil, bokap udah sedikit demi sedikit nanemin sedikit etos budaya jepang, semuanya bakal jadi masalah yang menjadi penyesalan mendalam saat melakukan kesalahan, bahkan merasa malu yang sangat teramat, karenanya semua harus terjadi sesempurna mungkin sesuai keinginan dan rencana. Apalagi idenya dari sendiri, semuanya harus lebih dari apa yang dibayangkan, diperhitungkan. Kayak hari ini, gw yang mengecewakan beliau dengan ide gw sendiri. Ada beberapa detil yang gw lupa karena lalai dan terlalu tergesa-gesa. tergesa-gesa itu sikap kekanakan yang tipis sekali jatah toleransinya di hadapan bokap gw. Kalau udah ngeliat matanya saat kecewa tuh, gw ngerasa langsung kosong aja. Sebenernya dari dulu gw pengen banget hidup sendiri, jadi pilihan apapun yang gw ambil hanya akan berdampak ke gw sendiri, tapi yaa gw enggak tega aja ngebiarin bokap gw jalan sendiri dalam keadaan ekonomi keluarga yang parah kaya sekarang ini. That's all i guess.