Wednesday, September 18, 2013

Ruang Semu yang Kukoyak

Sekali kuhisap sembari tertawa..
Penatnya hari terhapus kupikir..
Ada rambut halus yang lembut nan wangi,
disusul dengan bayangan wajahnya yang kemerahan itu..

Kembali kuhisap sembari tertawa..
Dia dibalik sinar mentari yang bertajuk sore..

Ruang hitam ini kembali diisi dengan makanan manis
Ruang hitam ini kembali diisi dengan keintiman dan air mata..

Kucoba sandarkan bayangan itu di sudut hati..
Ada potret dan senandung yang kulihat dan kudengar..
Indah gambarnya, merdu senandungnya..

Kini kuhisap sampai habis sampai tersedak..
Ada kebencian dan rasa lapar
Ada sakit dan sedih
Ada harapan dan bayangan
Ada luka dan cinta.

Oh tuhan!!
Jangan senyum itu..
Jangan hapus senyum itu dari wajahnya..
Tak satupun diantara semua yang kuingat selain senyum itu..

Kau tahu?
Kau pikir aku mesum?

Akulah sepi!
Akulah lapar!

Jangan kau siram taman yang sudah basah
Jangan pula kau semai benih mawar di padang pasir

Ini dia!
Akhirnya kutemukan jawabnya!

Aku tersesat dalam ruang semu yang kukoyak.