Bangsaku yang kusayang..
Sungguh terlalu lama aku berdiam padamu bangsaku yang terlalu cerewet.
Si malas masih tertidur, si bodoh sibuk memecah belah, dan yang serakah tak malu makan dari keranjang kotoran.
Aku tidak duduk jauh darimu bangsaku.....
Sesungguhnya sekian lama ini, aku sudah menjadi kami.
Kami bersantai, bersenda gurau dan belajar sembari berusaha menghabiskan kopi di tanah air ini.
Kami disini, maka datanglah....
Ceritakan sejauh mana resahmu, sungguh kami adalah saudara sebangsamu yang sedarah indonesia.
Bawa keluh kesahmu pada kami, usah kalian lara sendiri. Menebar paku di kasur kalian, membakar halaman rumah kalian sendiri.
Ajak pula kawan kita yang lupa keluarganya itu, sampaikan bahwa Indonesia merindukan mereka.
Pikirannya yang maju dan begitu kritis itu, jiwanya yang begitu lapang dan semangatnya yang menyala! Sungguh kami butuh mereka untuk membuat baju dan membangun kembali bersama tembok rumah yang mulai hancur, pilar yang bergeser dan atap rumah kita yang sudah hilang.
Demi ibu pertiwi kutunggu kalian besok di depan rumahku sehabis subuh..
Saudara sebangsamu sedarah Indonesia!
Sungguh terlalu lama aku berdiam padamu bangsaku yang terlalu cerewet.
Si malas masih tertidur, si bodoh sibuk memecah belah, dan yang serakah tak malu makan dari keranjang kotoran.
Aku tidak duduk jauh darimu bangsaku.....
Sesungguhnya sekian lama ini, aku sudah menjadi kami.
Kami bersantai, bersenda gurau dan belajar sembari berusaha menghabiskan kopi di tanah air ini.
Kami disini, maka datanglah....
Ceritakan sejauh mana resahmu, sungguh kami adalah saudara sebangsamu yang sedarah indonesia.
Bawa keluh kesahmu pada kami, usah kalian lara sendiri. Menebar paku di kasur kalian, membakar halaman rumah kalian sendiri.
Ajak pula kawan kita yang lupa keluarganya itu, sampaikan bahwa Indonesia merindukan mereka.
Pikirannya yang maju dan begitu kritis itu, jiwanya yang begitu lapang dan semangatnya yang menyala! Sungguh kami butuh mereka untuk membuat baju dan membangun kembali bersama tembok rumah yang mulai hancur, pilar yang bergeser dan atap rumah kita yang sudah hilang.
Demi ibu pertiwi kutunggu kalian besok di depan rumahku sehabis subuh..
Saudara sebangsamu sedarah Indonesia!