Thursday, July 24, 2014

Terdalam

Ayahku..
Kecewa dan kesedihan adalah makanan harianku darimu..
Senangpun terlalu..
Remaja kusadar tak ada yang dapat kupinta darimu..
Kini kesadaran ku lebih lagi, kau minta kugantung mimpiku padamu.
Kau buang pula mimpiku, waktuku dan semuanya di depan mataku.

Ibuku..
Aku disampingmu selalu..
Dan akan tetap begitu, sedari dulu hingga nanti aku mati.

Kini kubuat lagi beribu mimpi dengan berjuta keringat.
Harap cemas ayahku tak tahu.
Rusak di hidupku perlahan kuperbaiki.
Semoga menjadi yang sebaik-baiknya diri ini.

Sedari dulu tak pernah kulihat emas di tangan.
Sedari dulu hanya taman dan teman.
Kini ku tanam mimpiku di taman itu bersama teman.
Kuharap ku mampu maju dan bertahan.