Negeriku lucu.
Dia punya segalanya, namun sibuk mencari.
Apalagi yang dicari?
Negeriku sungguh lucu.
Dia punya tangan dan kaki.
Namun dipatahkan sendiri.
Negeriku benar-benar lucu.
Dia punya mata dan semua indera.
Namun mencacati dirinya sendiri.
Negeriku sudah tak lucu lagi!
Karena bangkitnya para pemuda!
Hentikan olok-olokmu atas negerimu sendiri!
Bisa apa kau?
Bilang kau masih muda, ideologi pun tak punya.
Bilang kau kaya, berpikir pun sebatas tawa jenaka.
Dia punya segalanya, namun sibuk mencari.
Apalagi yang dicari?
Negeriku sungguh lucu.
Dia punya tangan dan kaki.
Namun dipatahkan sendiri.
Negeriku benar-benar lucu.
Dia punya mata dan semua indera.
Namun mencacati dirinya sendiri.
Negeriku sudah tak lucu lagi!
Karena bangkitnya para pemuda!
Hentikan olok-olokmu atas negerimu sendiri!
Bisa apa kau?
Bilang kau masih muda, ideologi pun tak punya.
Bilang kau kaya, berpikir pun sebatas tawa jenaka.