Saturday, August 9, 2014

Pemuda Di Negeriku

Negeriku lucu.
Dia punya segalanya, namun sibuk mencari.
Apalagi yang dicari?

Negeriku sungguh lucu.
Dia punya tangan dan kaki.
Namun dipatahkan sendiri.

Negeriku benar-benar lucu.
Dia punya mata dan semua indera.
Namun mencacati dirinya sendiri.

Negeriku sudah tak lucu lagi!
Karena bangkitnya para pemuda!

Hentikan olok-olokmu atas negerimu sendiri!
Bisa apa kau?
Bilang kau masih muda, ideologi pun tak punya.
Bilang kau kaya, berpikir pun sebatas tawa jenaka.

Luka Basah Bernanah

Luka basah bernanah itu membisikkan doanya diantara debu dan panasnya mentari.
Seandainya ia mampu berlari, namun hanya mampu berdiam sendiri.
Serangga kejam menghantamnya dengan berjuta bakteri.
Bukan sembuh malah menganga.

Lalu hujan tetiba turun atas kehendakNya.
Entah darimana serbuk bunga itu menyelimutinya.
Mungkin angin sejuk terbang membawanya kesana.
Sekejap luka bagai tiada pernah ada.

Tunggu dulu!
Itu luka? atau kisah negeriku?
Tampak sama namun berbeda.

*

Mencintai dari fisik adalah semurah-murahnya cinta yang murah.
Tapi akan kucintai dirimu dari sukmamu atas izin Tuhanku.
Andai caci maki di depan mata, samping telinga.
Tak ku hiraukan jua segala imajiku.

Gadisku...
Kini bayangmu sudah bukan hanya milikmu seorang.
Namun juga milikku.
Pun bayang milikku..

Kirab debu kemarau tak lagi yang mereka hisap.
Kini hujan turun diantara kemarau itu.

Matamu bagai pintu menuju semesta yang tak pernah kutahu.
Senyummu bagai deru aliran darah bagiku, dengan apapun makna hadirnya.
Usah risau sepi itu kini.
Kau hadir dan Ia telah memberi lebih dari yang kupinta.

Simpan mawar yang kuberi..
Kelak hatinya kan tertanam dalam cintamu.
Bukan dariku, tapi dariNya untuk kita.
Sungguh aku milikNya dan kaupun sama.

Kamu Dimensi Itu

Memang benar adanya.
Hidupku ada di 3 dimensi ruang dan 1 dimensi waktu.
Namun Tuhan berikanku 1 dimensi lain dalam dunia yang kupijak kini.
Semesta baru bagi hati ini.

Kamu..
Dimensi baru itu.
Yang selama ini kupikir takkan pernah ada.

Kamu..
Dimensi baru yang berpendar di gelapnya hati ini.
Yang selama ini kupikir takkan pernah menyala.

Kamu..
Dimensi baru yang memercik kembali rona dalam wajah ini.
Yang selama ini kupikir takkan pernah datang.

Sunday, August 3, 2014

Tuhanku, Kini Kutahu

Kau benar, cinta tidak membutakan. Cinta menjernihkan pandanganku.
Kau benar, cinta bukanlah sesuatu yang sulit untuk dirasa. Cinta adalah hal paling sederhana yang dapat kita rasa namun begitu bermakna.
Kau benar, mencintai takkan pernah merugi. Cinta adalah sebaik-baiknya madu di alam semesta.

Aku jatuh cinta pada pemain dalam permainan yang takkan pernah kumenangkan.
Aku tak mampu melawanMu.

Saat ada sesuatu dimatanya, aku dapat melihat cintanya yang begitu besar namun meragu.
Bukan untukku, tapi kuraih tangannya yang begitu kurindu, seperti anak anjing disana menatapi tangan itu.
Tuhan, aku menyerah pada permainan ini.
Sungguh sangat kusayangkan, tetapi takdirMu belum kutahu.
Kini kutahu yang Kau maksud selama ini.

Saturday, August 2, 2014

Bukan Bodoh

Kamu tak mampu mengeja sebuah kalimat
Kepalamu penuh namun tak sampai tumpah
Antara benar dan salah kau diam dalam keraguan
Kepingan nyawa hanya tinggal sebagian

Diam disana hanya saling bertatap
Berharap saling memahami bahasa diam
Mereka menyaut dalam hati
Bohong atau nyata mereka tetap mati