Aku teramat merindu..
Hingga terasa sakit.
Perlahan merambat di dinding hati.
Tak terobati hingga mati..
Bersama waktu kubenam gairah ini.
Diantara pasir yang 'kan kandas tertiup angin,
Lalu bangkit kembali menghantui.
Batas hari di nanti,
Di ambang nestapa juga suka.
Aku ingin berdua denganmu..
Diantara bayang dedaunan,
Disirami binar senyummu..
Dihujani wangi kulitmu..
Kutunggu di pagi nan cerah,
Kutunggu sosokmu.
Kunanti cumbu rayumu,
Kunanti canda tawamu..
Pasir itu kini sirna sudah..
Tak mungkin kurejam,
Tak mungkin jua kupendam.
Tak mungkin kubuang.
Namun bisa 'kan terhempas.
Hingga terasa sakit.
Perlahan merambat di dinding hati.
Tak terobati hingga mati..
Bersama waktu kubenam gairah ini.
Diantara pasir yang 'kan kandas tertiup angin,
Lalu bangkit kembali menghantui.
Batas hari di nanti,
Di ambang nestapa juga suka.
Aku ingin berdua denganmu..
Diantara bayang dedaunan,
Disirami binar senyummu..
Dihujani wangi kulitmu..
Kutunggu di pagi nan cerah,
Kutunggu sosokmu.
Kunanti cumbu rayumu,
Kunanti canda tawamu..
Pasir itu kini sirna sudah..
Tak mungkin kurejam,
Tak mungkin jua kupendam.
Tak mungkin kubuang.
Namun bisa 'kan terhempas.