Aku lelaki,
tak mungkin ku lari saat bayangmu menghantui.
Kuhadapi dengan mukaku,
Keringat jagung muncul di malam hari.
Hanya belum tahu harus bagaimana,
Saat kurindu tatapmu.
Hanya belum tahu harus bagaimana,
Saat kurindu senyummu.
Apalagi binar rembulan malam ini serupa kilau wajahmu,
Hanya harap cemas,
Mentari segera jemput rindu yang kau titip.
Ku pernah dititip rindu,
Namun tak ada yang sebesar milikmu.
Celakanya,
Ku tak tahu rindumu kemana harus ku alamatkan.
tak mungkin ku lari saat bayangmu menghantui.
Kuhadapi dengan mukaku,
Keringat jagung muncul di malam hari.
Hanya belum tahu harus bagaimana,
Saat kurindu tatapmu.
Hanya belum tahu harus bagaimana,
Saat kurindu senyummu.
Apalagi binar rembulan malam ini serupa kilau wajahmu,
Hanya harap cemas,
Mentari segera jemput rindu yang kau titip.
Ku pernah dititip rindu,
Namun tak ada yang sebesar milikmu.
Celakanya,
Ku tak tahu rindumu kemana harus ku alamatkan.