Thursday, February 19, 2015

Kania

Engkaulah angsa di danau malam,
Berlumur cahaya rembulan diantara hening.
Kau tengok dalam dari air untuk matamu,
Hanya ada rindu namun enggan.

Suratan bukan lagi penantian,
Waktu beranjak pergi meninggalkanmu.
Namun tidak cintaku..

Aku datang untuk mawas diri,
Namun 'kan kembali untuk berdiri.
Elokmu bukan hanya kisah belaka,
Kelak dunia melihat angsa seelok di mataku.