Aku mau, tapi aku tahu bagaimana.
Aku mau, tapi aku tahu mengapa.
Aku bisa, tapi aku tak mau.
Aku bisa, tapi aku tak punya alasan.
Rindu memang rindu, bahkan ruang rindu yang kau cipta begitu menyiksa.
Namun awal dan akhir tiada kita tahu, kita berada diantaranya.
Penuh tanya seraya berkata iya, kau melangkah, juga diriku.
Namun kutahu kemana arahmu melangkah sedang aku tak mengerti.
Aku tahu kemana aku melangkah namun tak tahu mengapa.
Bukan diriku, jangan diriku.
Kau siksa aku dengan bayang senyummu.
Kau siksa aku dengan bayang manis tawamu.
Oh sayang, jangan kau datang malam ini.
Aku sedang nikmati siksa rindumu yang semakin hari semakin berapi.
Usai semua pikiran salahmu, kau kini bersama yang tak kutahu benar adanya.
Tak mengapa asal kau bahagia.
Salam untuk kesendirian kita, nanti.