Tuesday, October 20, 2015

Semusim

Lalu aku larut dalam lamunanku bersama bintang-bintang di angkasa..
Terendap di antara hembusan angin yang membawa air menuju bibir pantai..
Arah tak lagi terbaca, walau kutau yang kumau..

Keadaan tak lagi sama dengan kemarin saat aku di atas langit..
Kini aku berada di tanah bersama anjing tanah bernanah..
Dihina, ditendang dan dimaki..
Hati tak lagi tenang..

Ingin percaya namun tidak boleh.
Mereka berbisik bahasa yang tak kumengerti seperti desis ular..

Aku tahu cinta sejati itu ada..
Cintaku padaMu..
Hanya untukMu..
Kembalikan ketenangan itu kembali untukku..
Peluk hangat rongga dada yang makin hari semakin sepi ini..

Tuhan..
Tak kulihat akhir di jalanku, namun hanya Engkau yang tahu takdirku..
Kutahu semua ini yang terbaik, selalu kuusahakan ikhlas menjalaninya.