Tega betul manusia sampai bisa berpikir bahwa bumi ini adalah miliknya.
Tak dilihat Laut, Angin, Gunung dan yang bernyawa.
Sudah jelas kadarnya manusia di bumi ini.
Bukan karena mereka tak berkehendak lantas kita tindas.
Kita harus belajar ikhlas di Bumi ini.
Kita harus menjadi manusia untuk bisa menjadi pemimpin yang baik.
Kita harus kuat saat yang Maha Berkehendak sudah berkehendak, walau terkadang asing dan tak terdengar.
Oh Angin, maafkan kami yang lupa.
Oh Gunung, maafkan kami yang lupa.
Oh Laut, maafkan kami yang lupa.
Sebegitu angkuhnya kami yang enggan hidup berdampingan dengan kalian,
Bukan karena hebat melainkan kebodohan yang melalaikan.
Wahai Angin, kami pun anak seperti kalian.
Wahai Gunung, kami pun belajar seperti kalian.
Wahai Laut, kami pun berlatih seperti kalian.
Kami meminta,
Izinkan kami, sekali lagi duduk berdampingan dengan kalian di HadapanNya.
Tak dilihat Laut, Angin, Gunung dan yang bernyawa.
Sudah jelas kadarnya manusia di bumi ini.
Bukan karena mereka tak berkehendak lantas kita tindas.
Kita harus belajar ikhlas di Bumi ini.
Kita harus menjadi manusia untuk bisa menjadi pemimpin yang baik.
Kita harus kuat saat yang Maha Berkehendak sudah berkehendak, walau terkadang asing dan tak terdengar.
Oh Angin, maafkan kami yang lupa.
Oh Gunung, maafkan kami yang lupa.
Oh Laut, maafkan kami yang lupa.
Sebegitu angkuhnya kami yang enggan hidup berdampingan dengan kalian,
Bukan karena hebat melainkan kebodohan yang melalaikan.
Wahai Angin, kami pun anak seperti kalian.
Wahai Gunung, kami pun belajar seperti kalian.
Wahai Laut, kami pun berlatih seperti kalian.
Kami meminta,
Izinkan kami, sekali lagi duduk berdampingan dengan kalian di HadapanNya.