Tuesday, June 19, 2018

Rahasia Ini

Kupejamkan mata,
Malah terlihat begitu jelas senyummu karena apa yang kuucapkan.
Kulelapkan diri ini,
Malah terasa begitu nyata hangatnya pelukmu itu.

Begitu beratnya nafas ini,
Kala kutahu semua itu adalah mimpi.
Begitu pekatnya jelaga api sesalku di dalam dinding hati,
Kala kuingat apa yang buatmu pergi.

Jikalau memang semua ini hanyalah mimpi,
Ingin sekali ku terjaga.
Jikalau memang semua ini hanyalah mimpi,
Ingin sekali ku terjaga.

Biarlah rasa ini untukku sendiri,
Usah mereka sebut namamu,
Kuberlari sejauh-secepat yang kubisa,
Begitu hebat bayangmu menghantuiku.

Sudah kulari ke ujung dunia,
Sudah kuarungi laut dan samudera,
Sudah pula kudaki gunung tertinggi,
Tak bisa kusembunyi dari senyummu.

Sudah kupelajari semua di ilmu dunia,
Sudah kupelajari semua ilmu semesta,
Sudah pula kukaji kembali,
Tak satupun mampu pecahkan Rahasia Ini.

Mungkin waktu sudah memahami apa yang terjadi nanti,
Biarlah kutetap berlari,
Biarlah kucoba sembunyi,
Sampai waktunya nanti.

Friday, June 8, 2018

Another Day In Paradise

Kau tahu?
Senyummu adalah duniaku,
Dimana sehari-hari aku hidup.
Senyummu adalah duniaku,
Dimana udara begitu lepas bisa kuhela.

Jikalau surga bisa kulukis dengan tanganku,
Sudah pasti senyum manismu itu yang 'kan kulukiskan.
Bersyukurlah bagi kalian yang mampu melihat surga tanpa harus mati berkali-kali.

Jangan sesali hidup ini,
Nikmati, syukuri apa yang ada.
Terkadang kita tidak bisa menyadari harganya.
Namun jikalau sudah tiada,
Pastilah penyesalan yang tersisa.

Tuesday, June 5, 2018

Ironi Kesendirian Ini

Hari ke hari..
Bergelayut mimpi bersibak keringat..

Salahku memang,
Tak henti ku membandingkan..
Sudah jelas kau yang terbaik dari semua yang kutahu..
Tak kudapat kesempurnaan itu pada yang lain.

Kulakukan semua hal yang bagi mereka tak mungkin untukku..
Kubuktikan sudah selama menahun ini di hadapan mereka..
Dengan angkuh ku berkata "Tak ada yang tak mungkin.."
Ironisnya aku tahu yang tidak mungkin bagiku sangat nyata di depan mataku.

Kusemai rindu agar meratap berbunga di keheningan malam..
Tak jua berbuah malahan hati kering menanti..
Andai sekejap saja bisa kupandangi senyummu sekali lagi..
Takkan kusesali hidup ini..

Kau yang indah..
Maafkan karena tak kulihat,
Bukan mataku yang buta,
Hanya hati tak lagi merasa.
Jikalau sempat kuberucap,
Maaf pula yang hendak kuhaturkan kepadamu..

Ampuni aku,
Tak lagi aku berkata yang tak kuketahui,
Ternyata saat bibir berucap,
Hati pun terpatri,
Kini ku berada di ruang hampa,
Gelap..
Sunyi..
Sepi..
Sendiri..