Hari ke hari..
Bergelayut mimpi bersibak keringat..
Salahku memang,
Tak henti ku membandingkan..
Sudah jelas kau yang terbaik dari semua yang kutahu..
Tak kudapat kesempurnaan itu pada yang lain.
Kulakukan semua hal yang bagi mereka tak mungkin untukku..
Kubuktikan sudah selama menahun ini di hadapan mereka..
Dengan angkuh ku berkata "Tak ada yang tak mungkin.."
Ironisnya aku tahu yang tidak mungkin bagiku sangat nyata di depan mataku.
Kusemai rindu agar meratap berbunga di keheningan malam..
Tak jua berbuah malahan hati kering menanti..
Andai sekejap saja bisa kupandangi senyummu sekali lagi..
Takkan kusesali hidup ini..
Kau yang indah..
Maafkan karena tak kulihat,
Bukan mataku yang buta,
Hanya hati tak lagi merasa.
Jikalau sempat kuberucap,
Maaf pula yang hendak kuhaturkan kepadamu..
Ampuni aku,
Tak lagi aku berkata yang tak kuketahui,
Ternyata saat bibir berucap,
Hati pun terpatri,
Kini ku berada di ruang hampa,
Gelap..
Sunyi..
Sepi..
Sendiri..