Kupejamkan mata,
Malah terlihat begitu jelas senyummu karena apa yang kuucapkan.
Kulelapkan diri ini,
Malah terasa begitu nyata hangatnya pelukmu itu.
Begitu beratnya nafas ini,
Kala kutahu semua itu adalah mimpi.
Begitu pekatnya jelaga api sesalku di dalam dinding hati,
Kala kuingat apa yang buatmu pergi.
Jikalau memang semua ini hanyalah mimpi,
Ingin sekali ku terjaga.
Jikalau memang semua ini hanyalah mimpi,
Ingin sekali ku terjaga.
Biarlah rasa ini untukku sendiri,
Usah mereka sebut namamu,
Kuberlari sejauh-secepat yang kubisa,
Begitu hebat bayangmu menghantuiku.
Sudah kulari ke ujung dunia,
Sudah kuarungi laut dan samudera,
Sudah pula kudaki gunung tertinggi,
Tak bisa kusembunyi dari senyummu.
Sudah kupelajari semua di ilmu dunia,
Sudah kupelajari semua ilmu semesta,
Sudah pula kukaji kembali,
Tak satupun mampu pecahkan Rahasia Ini.
Mungkin waktu sudah memahami apa yang terjadi nanti,
Biarlah kutetap berlari,
Biarlah kucoba sembunyi,
Sampai waktunya nanti.