Monday, July 30, 2018

Malamatiyah

Boleh jadi aku dilambungkan ke angkasa..
Boleh jadi aku ditenggelamkan dalam samudera..
Boleh jadi aku dibenam dalam tanah..

Biar dengan begitu aku bisa tetap MencintaiMu.
Kerelaan hati ini sepenuhnya kuberikan.

Bukankah sudah kujanjikan sebelum kelahiranku,
Bahwa kelak kita kan bersama sebagai kekasih.
Bukankan sudah kujanjikan sesudah darah ini tertumpah,
Bahwa kelak kita kan berjumpa dalam keabadian.

Duhai Kasihku berikan aku kecaman itu,
Berikanlah aku cambukan itu,
Berikanlah aku duka nestapa itu,
Agar aku tahu arti kebahagiaan kelak.

Thursday, July 12, 2018

Bisikan Bidadari Malam

Bisakah kau mendengar kesepian ini?
Menyeruak ke angkasa.
Bisakah kau merasakan keheningan ini?
Merebak ke dalam rongga dada.

Tak habis kau usap peluh deritamu,
Kehidupan begitu janggal kau dapati.
Tak usah senyummu itu menipu dunia,
Biar kukatakan yang sebenarnya pada mereka.

Kau minum air panas dari cangkir biru langit,
Sesaat kau diam,
Merenungi waktu yang begitu kejam,
Tak henti pula kau menjalaninya,
Entah kerelaan atau keterpaksaan yang buatmu begitu,
Bagiku sama saja,
Kau terlihat lelah dan bersedih.

Bermuram berusaha terlihat,
Bersinar berusaha terlewat,
Kau ingini yang bukan saatnya,
Kau hindari yang bukan saatnya.

Cobalah sekali lagi kau merindunya,
Kuyakin takkan kau sesali,
Amarahmu padam,
Semangatmu patah,
Apalagi yang buatmu hidup selain kerinduan itu?

Bukalah!
Bukalah peti usang itu, sayang.
Kisah yang begitu lama kau pendam,
Kisah tanpa dusta dan tipu daya dunia.

Kuyakin itu pula yang kau ingini,
Sejenak berlari dari takdir yang memekik memecah telinga,
Mengharu birumu tanpa ampun.

Biarlah kau kini denganku,
Menikmati malam bersama sang rembulan yang hendak bernyanyi,
Menari bersama bintang-bintang,
Hembusan angin yang kian merdu dan bergairah,
Biarkan kami bercinta semalaman bersama malam.

Friday, July 6, 2018

Malam Ini

Malam yang paling melelahkan adalah ketika rindu menyerang semalaman suntuk, seolah tenaganya mampu membenamkan hati ke dalam perut bumi, hilanglah semua rasa.

Atonement

Aroma nafasmu yang menghangatkan relung hati,
Menutup luka, mengusap perih, menghapus letihnya hati.

Indahnya senyummu yang menyejukkan panasnya hari.
Membasuh perih, memecah ceria, menghempaskan lara.

Tak bisa kuhitung berapa,
Yang kutahu mengapa,
Namun tetap diam tak kujawab,
Agar tak satupun tau adanya.

Biar aku yang saja tau kau begitu nyata saat ku memejam mata.
Biar aku saja yang rasa kau istimewa saat ku berlari.

Ooh waktu, andai kau beri tahu apa yang sedang kunanti,
Tiada pula rindu ini sendiri meratapi sepinya hati.
Ooh waktu, andai kau sampaikan salamku ini,
Tiada pula hari demi hari kujalani dengan sendiri.

Apa mau dikata,
Biarlah aku tetap,
Karena aku hanya untukNya,
Mengikhlaskan hati di hari demi hari.