Aroma nafasmu yang menghangatkan relung hati,
Menutup luka, mengusap perih, menghapus letihnya hati.
Indahnya senyummu yang menyejukkan panasnya hari.
Membasuh perih, memecah ceria, menghempaskan lara.
Tak bisa kuhitung berapa,
Yang kutahu mengapa,
Namun tetap diam tak kujawab,
Agar tak satupun tau adanya.
Biar aku yang saja tau kau begitu nyata saat ku memejam mata.
Biar aku saja yang rasa kau istimewa saat ku berlari.
Ooh waktu, andai kau beri tahu apa yang sedang kunanti,
Tiada pula rindu ini sendiri meratapi sepinya hati.
Ooh waktu, andai kau sampaikan salamku ini,
Tiada pula hari demi hari kujalani dengan sendiri.
Apa mau dikata,
Biarlah aku tetap,
Karena aku hanya untukNya,
Mengikhlaskan hati di hari demi hari.