Tak ada siapapun di jalanan ini..
Sepi tak bernyawa..
Lampu temaram hanya melepas dingin untuk dirinya..
Sekali seruan pada pukul 4 memecah kesunyian..
Namun kini hilang ditelan gelagat rusak para penyamun..
Ingin kubakar Bumiku ini!!
Bumi kita!!
Agar semua tertawa..
Lalu tetibanya lemas diujung jemari merangkai kata tak berpuluh kalimat..
Serupa angin malam yang menambatkan dirinya kepada pusaran dalam kota..
Pemenang bertandang..
Yang kalah berlari telanjang..
Sialan kalian yang begitu tega dengan kaum lemah seperti mereka..
Manisnya hidup tak seberapa dibandingkan pahit yang mereka rasakan..
Jilati kaki berdaki kalian demi nafas yang tersengal..
Jilati ludah kalian demi perut yang semakin menyusut..
Hidupnya dikelilingi emas sementara kami hanya makan sampah..
Hatinya dibaluri doa-doa bertuan sementara kami hanya berlumur dosa..
Atas dan Bawah..
Mengapa kalian ada?
Kanan dan Kiri..
Mengapa kalian mencari?
Inilah kami.. Makhluk yang hidup di jaman tanpa belas kasih..
Walaupun getir kini bernada..
Sepi tak bernyawa..
Lampu temaram hanya melepas dingin untuk dirinya..
Sekali seruan pada pukul 4 memecah kesunyian..
Namun kini hilang ditelan gelagat rusak para penyamun..
Ingin kubakar Bumiku ini!!
Bumi kita!!
Agar semua tertawa..
Lalu tetibanya lemas diujung jemari merangkai kata tak berpuluh kalimat..
Serupa angin malam yang menambatkan dirinya kepada pusaran dalam kota..
Pemenang bertandang..
Yang kalah berlari telanjang..
Sialan kalian yang begitu tega dengan kaum lemah seperti mereka..
Manisnya hidup tak seberapa dibandingkan pahit yang mereka rasakan..
Jilati kaki berdaki kalian demi nafas yang tersengal..
Jilati ludah kalian demi perut yang semakin menyusut..
Hidupnya dikelilingi emas sementara kami hanya makan sampah..
Hatinya dibaluri doa-doa bertuan sementara kami hanya berlumur dosa..
Atas dan Bawah..
Mengapa kalian ada?
Kanan dan Kiri..
Mengapa kalian mencari?
Inilah kami.. Makhluk yang hidup di jaman tanpa belas kasih..
Walaupun getir kini bernada..