Perihnya luka berbalas, bagai ombak yang selalu menghantam karang tanpa lelah
Menampik sedih dengan segala dayanya kepada tuhan
Hatinya kini begitu pilu
Hatinya kini begitu perih
Dia ibuku..
Wanita yang melahirkanku..
Wanita yang selalu mengobarkan api untuk impianku dan adik-adikku
Ingin kurejam perih dihati yang menetes dari matanya itu
Karena aku tahu dia takkan mampu untuk menahannya sendiri
Aku tahu tuhan..
Air mata ibu, takkan pernah menetes karenaku lagi..
Takkan, kecuali bahagia..
Menampik sedih dengan segala dayanya kepada tuhan
Hatinya kini begitu pilu
Hatinya kini begitu perih
Dia ibuku..
Wanita yang melahirkanku..
Wanita yang selalu mengobarkan api untuk impianku dan adik-adikku
Ingin kurejam perih dihati yang menetes dari matanya itu
Karena aku tahu dia takkan mampu untuk menahannya sendiri
Aku tahu tuhan..
Air mata ibu, takkan pernah menetes karenaku lagi..
Takkan, kecuali bahagia..