Separuh..
Semua jenis padaku hanya ada separuh..
Tak satupun utuh..
Entah sengaja atau tidak..
Dunia bergelimang harta di lembah kepalsuan..
Duka mendalam, sepi di hari kini semakin menjerat..
Lidahnya tak henti bergerak ke kiri..
Asa kini pupus karena hanya bisa bermimpi..
Keluhku bertepi di jurang nestapa..
Tak ada jawab, tak ada seorangpun..
Mereka semua pergi membawa jemari bertahtakan emas..
Apa yang kita cari?
Kelak kita kan mati, kawan..
Dustamulah yang akan memakanmu nanti..
Laramu takkan sembuh karenanya pun..
Kuingin katakan kepedihan ini padamu..
Namun siapa aku dan apa dirimu..
Salah keranjang kotor itu kau isi makanan..
Salah kau sediakan sampah di meja makan itu..
Ada satu naungan dalam mimpi..
Naungan yang begitu jauh untukku..
Setengah terluka untuk bisa mencapainya..
Apa ini?
Apa ini?!
Jawab!
Jawab, kawanku!
Kau mati..
Aku mati..
Kau ada..
Aku ada..
Kini sudah tak senada..
Kini remuk semua itu..
Kini tak ada lagi yang bisa kau dapatkan..
Kutahu inginmu..
Namun dunia bukanlah hakmu, tak bisa kau genggam dengan satu tangan dan wajah yang berpaling..
Aku disini yang akan mati karena ulahmu..
Tetap kudoakan kebaikan untuk kita semua, semoga untuk selamanya..
Karena kutahu hidupku kelak 'kan menjadi debu yang terdampar diangkasa..
