Tuesday, April 15, 2014

Dalamnya Malam, Dinginnya Hati

Dia ada dalam rengkuh perasaan yang sangat teramat sedih..
Hatinya bungkam, namun mulutnya banyak bicara..
Ucapannya kosong tak tercerna oleh lambung tanpa buku..
Jemari merangkai kata, hati menguntai kebohongan..
Kala kenyataan ada di depan mata, hanya air mata yang bicara..

Kau terlalu sombong untuk merasa..
Kau terlalu sedih untuk bicara..
Kau terlalu gila untuk tertawa..
Dan kau sudah tak lagi bisa menari di atas api..

Gairahmu redup disiram lautan derita..
Gemilang senyummu, kini kelam ditutup kelambu nestapa..
Semua ulahmu..
Semua salahmu..

Kau kata kau bisa..
Selangkah pun terbata..
Batu di kepala, derita di kaki..

Diam mulutmu di malam hari tanpa ludah pun setetes.