Monday, November 23, 2015

Konspirasi Asmara

Aah.. 
Biarkan mereka hendak berkata apa, toh mereka selalu merasa puas dengan dirinya.
Biarkan mereka berkata apa, toh Tuhan tau yang sebenarnya.
Biarkan mereka berkata apa, toh Tuhan Maha Melindungi.
Biarkan mereka berkata apa, toh tubuh mereka terlilit tali.

Kau yang membenci, janganlah ragu untuk berubah..
Kutahu hatimu tak sehitam itu..
Kau yang membenci, janganlah ragu untuk berubah..
Kutahu ragamu tak se-sempurna itu..

Hey!
Mengapa kau benci?
Mengapa kau luka?
Tidak bahagiakah senyum yang kau pasang itu?

Hey!
Sudahi saja bencimu itu, aku tahu apa yang kamu belum ketahui..
Bukan sombong, tapi aku mengingatkan..
Jangan marah, karena rencanaNya seperti ini..

Dulu dia pegang tanganmu, kuatur kau hingga saling cinta..
Jujurkan saja padaku, bahwa rencanaku direstuiNya..

Tak perlu kau tuang tinta hitam kedalam air yang tak jernih..
Kalau hanya memperkeruh kau sia-sia.

Hidup ini satu, yang Tunggal selalu ada..
Kau beberapa namun tiada berharga..
Jangan sombong, Ia tak suka..
Jangan marah, kau bukan siapa-siapa..

Hey!
Hati-hati akan sikapmu itu..
Kau lupa itu yang kau tanam..
Hati-hati akan sikapmu itu..
Kau lupa bahwa itu yang akan menyakitimu..

Cintailah..
Maafkanlah..
Kita manusia, bukan Tuhan..