Wednesday, September 16, 2020

Arunika

Putuskan tali itu!

Siapakah kita sebenarnya?

Apakah kita adalah wajah yang kita miliki?

Bagaimana jika diganti?

Seperti apa kita?

Akankah kita akan berbeda dengan diri kita yang sebelumnya?


Putuskan tali itu!

Kemanakah tujuan kita?

Apakah tujuan kita menentukan siapa kita?

Bagaimana bila kita berdiam?

Seperti apa nanti?

Akankah pada akhirnya nanti kita menemukan kebenaran dari perjalanan selama ini?


Mungkin pada saatnya nanti kita akan terhempas dalam labirin kehampaan dalam diri kita, dalam benak kita, dalam pikiran kita.

Sulit membayangkan bagaimana nanti bila yang pasti adalah ketidak pastian.

Sulit membangun sesuatu bilamana kita tidak memahami apa yang kita miliki.

Aku memiliki satu, satu yang bukan dalam bentuk jamak, melainkan satu yang tunggal.

Kujadikan pusaka dalam hidup ini, sejauh ini hidupku tidak pernah baik-baik saja, tidak ada satu hal pun yang terjadi dalam hidupku adalah hal yang sudah kubayangkan. 

Begitu abstrak dan sangat sulit dipahami, baik bagi diriku maupun orang lain.

Hati ini beranjak tertatih melewati aral rintangan, panas-dingin, perih-bahagia, hingga sedu sedan dalam penantian ketidakpastian selanjutnya.

Namun tetap saja, hidup adalah hidup, kehidupan terus berjalan walaupun tidak dikehendaki.

Mungkin banyak orang yang menantikan akhir kisah yang sedang dijalani, namun kebanyakan kita tetap berusaha membakar semangat dan berusaha menjadi yang terbaik, sementara sebagian lainnya ada yang berputar dalam pusaran kehampaan yang dirongrong oleh ketamakan, sebagian lainnya terjelembab kedalam lumpur nafsu yang menghinakan.

Akankah semua ini berakhir?

Kapankah semua ini berakhir?

Dimana semua ini 'kan berakhir?

Semua menggelengkan kepala memastikan kepada kami bahwa mereka tidak mengetahui jawab dari tanya di kepalanya selama ini.

Yang kukemukakan adalah tanya dari dirinya, bukan dari kami.

Tanya ini akan abadi selama kita menjadi manusia, namun malam hanyalah malam dan pagi hanyalah pagi, mereka hadir silih berganti mengisi kehidupan dengan berupaya untuk tetap bisa menghadirkan kesempatan bagi semua insan.

Hari baru kini hadir kembali, mari kita menyongsongnya dengan pembaruan yang berbeda.

Monday, August 3, 2020

Doa Dari Riak Air

Semua kata tak berwujud,
Semua angan tak terwujud,
Semua jiwa yang bersujud,
Semua hati yang suhud,

Semua kenangan yang abadi,
Semua orang yang sendiri,
Semua raga yang tersakiti,
Semua kehidupan yang mati,

Hendakkah akhir semua ini akan indah?

Demi engkau yang tak berwujud,
Demi semua yang tak terwujud,
Demi jiwa yang bersujud,
Demi hati yang suhud,

Demi kenangan yang abadi,
Demi mereka yang sendiri,
Demi raga yang tersakiti,
Demi kehidupan yang mati,

Ku berjuang bersama diriku di jalan Tuhanku,
Menuju kebaikanNya..
Semua ragu yang tak ku hiraukan,
Semua menjadi genap karena kebulatan tekad hati..

Biarkan waktu menunjukkan satu persatu apa yang harusnya menjadi milik dan bukan..

Siapakah Aku

Dalam keheningan yang suram dan dingin,
Aku bersimpu..
Dalam kehampaan yang gelap dan mencekam,
Aku merenung..

Kemana aku akan melangkah?
Tanyaku dalam hati..
Hendakkah kaki ini melangkah menuju yang baik?
Kupikir itu niatan hati..

Dalam kebisingan yang riuh dan panas,
Aku menengadah..
Dalam sesak yang menyilaukan dan ramai,
Aku terperangah..

Bagaimana hidup ini nanti?
Hati dihujani keraguan runcing yang menghujam..
Akankah diri ini berbuat sesuatu yang berarti?
Akan kubuat sesuatu yang menjadi tonggak perubahan..

Engkau yang Maha Esa,
Engkau yang Maha Agung,
Engkau yang Maha Pengasih,
Engkau yang Maha Penyayang,

Engkau yang Maha Hidup,
Engkau yang Maha Menghidupi..
Engkau yang Awal,
Engkau yang Akhir,

Siapakah aku?

Monday, July 27, 2020

Gadis Cantik..

Gadis cantik..

Cantik parasmu mengungguli sinar mentari pagi,
Merdu suaramu mengungguli buaian angin sore,
Manis senyummu mengungguli binar rembulan malam..

Temaram sendu hatiku merindu,
Sepi bermegah dalam kebimbangan hati,

Andai saja jiwaku ini milikku seutuhnya,
Pastikan kupersembahkan padamu,

Namun biarkanlah semua itu,
Biarkan anganku ini berkelana dalam ruang pengabdian,
Mencari seutas harapan dalam harap dimensi cinta..

Gadis cantik..

Bagaimana aku bisa menggapaimu?
Aku di bumi engkau di bulan..
Bagaimana aku bisa terbang walau hanya untuk bertemu?
Walau hanya dalam pelarian..

Gadis cantik..

Biarlah hati ini merindu!
Biarkan jiwa ini merana!
Biarkan luka menyayat hati!
Biarkan bumi dan langit lebur menjadi butiran debu!

Asalkan engkau penuhi inginmu..

Sajak Cinta - Quraish Shihab

Dengan nama apa engkau kupanggil,
Apakah ingin engkau kupanggil salwa (pelipur laraku),
Sehingga dengan bersamamu kan kuhibur diri ini melewati sisa hidup di dunia..

Apakah engkau kunamai Najwa?
Agar aku terus menyebut-nyebut namamu
Dan membisikannya di dalam hatiku, sepanjang umurku..

Atau kunamai engkau Laila?
Supaya kukembalikan kenangan si Majnun yang mencintai Laila,
Tapi cintanya hanya sebagian dari cintaku padamu..

Saya akan menamaimu ana (saya) .
Karena engkau adalah saya,dan saya adalah engkau.
Kalau engkau berucap, kata hatiku yang engkau ucapkan.
Kalau aku berkeinginan, keinginanku yang engkau wujudkan..

Tidak semua itu karena aku enggan melebur kepribadianmu.
Biarlah engkau kupanggil mama karena kuharap engkau menjadi mama anak-anakku..



Dibunuh Hasrat

Oh.. Hatiku..
Tidaklah mudah bagi tubuh ini untuk mengikuti inginmu,
Tidaklah sulit bagi semesta mengabulkan inginmu,
Tidak pula mungkin semua itu,

Oh.. Hatiku..
Hentikan tanyamu padaku,
Memang tugasku menyimpan semua ilmu,
Memang kewajibanku mencari cara memenuhi inginmu,

Oh.. Hatiku..
Tidakkah bisa engkau membalikkan dirimu?
Tidakkah bisa engkau melunakkan inginmu?
Tidakkah bisa engkau memadamkan api cinta yang membakarmu?

Oh.. Hatiku..
Hentikan bisikanmu yang tiada henti itu,
Memang tugasku mendengarkanmu,
Memang kewajibanku memahami keinginanmu,

Ganjil, Genap

Ganjil,
Ia tunggal dan tak berlawanan,

Kekayaan tanpa kefakiran,
Kuat tanpa kelemahan,
Kemuliaan tanpa kehinaan,
Yang hidup tanpa pernah mati,

Genap,
Ia berpasangan dan berlawanan,

Sehat dihantui sakit,
Kaya dihantui miskin,
Muda pasti tua,
Hidup pasti mati,

Gambaran ini merupakan penggambaran antara Sang Pencipta dengan ciptaannya,

Dan Apabila Malam T'lah Sirna

Dan apabila malam t'lah sirna,
Kemana aku 'kan berteduh dari lelahnya hidup?
Kemana aku 'kan berlindung dari kejamnya dunia?
Kemana aku 'kan menghangatkan hati dari dinginnya jaman?

Hidup ini penuh dengan kewaspadaan,
Hidup ini penuh dengan tanya,
Hidup ini penuh dengan peluh dan luka,
Hidup ini penuh dengan duka dan nestapa,

Kuat dihantui oleh lemah,
Kemuliaan dihantui oleh kehinaan,
Kebahagiaan dihantui oleh kesengsaraan,
Sehat namun dipastikan mati,

Dan apabila malam t'lah sirna,
Kuingin semua keresahan ini usai,
Kehampaan ini terisi kembali,
Kekeringan ini kembali subur,

Dan apabila malam t'lah sirna,
Kuharapkan engkau hadir di sisi,
Kunantikan engkau dalam pertemuan haru-biru,
Kuinginkan engkau dalam pelukku,

Dan apabila malam t'lah sirna..

Friday, July 10, 2020

Marissa

Rambutmu mengalun kala angin lembut berhembus,
Aromanya terurai ke seisi ruang,
Menenangkan riuh dan gelisah mereka..
Senyummu merekah bagai rona pelangi,
Binarnya menyinari sudut gelap hati..

Kala kau melangkah,
Semua orang berangan untuk menjadi lelakimu,
Dalam imajiku,
Bekas langkahmu ditumbuhi mawar merah dan rumput hijau walau tanahnya tandus..

Saat kau menoleh dan menyapa,
Habis sudah semua hebatku,
Hancur sudah tembok egoku,
Jantung berdegup tak menentu,
Menghempas darah memerah mukaku..

Jangan kau sebut lekuk tubuhnya!
Runtuh juga tebing rinduku,
Derita mana yang sebanding dengan aku tidak memilikinya?
Rona mentari sore itu tak sebanding dengan binar dari matamu,
Kilaunya menyeka gelapnya hati..

Kutahu yang kumau..
Sejarah hidupku mencatat,
Tak satupun wanita yang ingin kumiliki gagal untuk kudapatkan,
Aku lelaki yang seperti itu.

Friday, June 5, 2020

Ode

Apa yang Engkau rencanakan untukku?
Kutahu itu pasti yang terbaik,
Kutahu Engkau sebaik-baiknya perencana..
Mesti saja kah waktu yang menjelaskannya padaku?

Lantas mesti bagaimana aku harus menunggu?
Sementara hidup harus terus berjalan..
Tak ada ratapan apapun dalam benakku..
Namun sesal ada satu..

Jejali aku dengan rencanaMu..
Jangan kau biarkan aku mendamba sendiri..
Tak mungkin aku bisa hidup tanpaMu..
Sebuah keniscayaan yang begitu nyata..

Semestinya, aku hanya denganMu..
Semua ini nampak tidak ada artinya..

Namun aku hanyalah aku,
Mataku hanya mampu melihat beberapa..
Sementara Engkau melihat segalanya..

Namun semua keraguan itu sirna,
Harapan dalam diri ini tetap hidup..
Karena kutahu Engkau yang Maha Penyayang..

Saturday, May 30, 2020

Cul-de-sac

Dan kehidupan ini berjalan seperti biasanya,
Hari-hari berlalu bagai angin yang berhembus mengarah sesuai kehendaknya..
Kini tiba pengasingan bagi semua,
Terhentak!
Tak ada yang siap menghadapi keadaan kali ini.

Seolah hari akan berakhir selamanya sore hari ini..
Seolah hidup kan mati dan kematian akan hidup..
Seandainya saja aku sekuat itu,
Akan kuubah dan kubantu manusia sebisaku hingga tiada yang terluka..

Baiklah, kini kumengerti..
Manusia hanyalah satu dari semua makhluk yang tak berdaya..
Semua kuasa di tangannya hilang sekejap mata..
Semua harta di genggamannya menjadi tak berharga..

Kini satu adalah semua..
Semua adalah satu..
Berpadu hadapi kenyataan ini..

Tuhan, hukumlah yang bertanggung jawab,
Tuhan.. Bantulah mereka yang teraniaya oleh perbuatan tangan dan hati yang keji..

Thursday, May 7, 2020

Jangan Kau Tanya Bagaimana

Jangan kau tanya bagaimana saat ini,
Kehampaan,
Kehilangan,
Dunia yang kukenal tak lagi sama,

Ohh gadis,
Dengar jeritku ini,
Menggema diseluruh sudut bumi,
Menggema riuh di seluruh semesta,
Berpusat di hatiku,
Penuh ukiran kisahnya,
Penuh dengan kenangan itu,

Selalu dan selalu saja kudambakan hal itu,
Mengatur waktu sesuai kehendakku,
Kan kukembalikan sesuai sediakala manakala usai hajatku.

Indah dunia ini.

Jangan kau tanya bagaimana,
Ini hanya khayal belaka..

Tuesday, February 4, 2020

Pemungkas

Hendak melangkah karena tujuan itu kini bersinar memanggilku,
Seakan kuketahui apa yang ada di sana,
Keraguan ini selalu merantai hati selama ini,
Kini kuhirup nafas panjang dan kumulai langkah yang sebelumnya tidak pernah kubayangkan,

Akan bagaimana hidup ini jika aku tidak disini?
Akankah ada kebahagiaan itu?
Akankah engkau kembali ke tempat ini jika ku pergi?
Akankah aku kembali jika itu terjadi?

Semua tanya ini menghujam hatiku secara bersamaan,

Namun aku hanya lelaki yang akan mengarungi samudera dengan bahtera kesendirian,
Sudah pernah kulakukan sebelumnya,
Sebagian orang terbelalak mendengar kisahku,
Bagi mereka tidak ada yang lebih buruk dari keadaan yang aku ceritakan,
Namun bagiku saat ini belum ada yang lebih buruk ketimbang aku harus pergi dari dimensi ini,
Namun tetap harus kulakukan,
Hidup tetap harus berjalan,
Sudah terlalu lama aku berdiam disini sendiri,
Setiap kali orang datang hendak membantuku, kuenyahkan sesaat setelah kuketahui maksud dan tujuannya,
Tempat ini terlalu berharga bagiku,
Dan aku merasa itu cukup bagiku,

Kini semua harus kuubah,
Aku masih memiliki asa untuk itu,
Aku yakin dapat melangkah dan membangun tempat baru bagiku,
Kuragukan akan seindah ini,
Namun kuyakini aku mampu membuat yang jauh lebih baik lagi,

Terima kasih Tuhan,
Kau tunjukkan jalanku menujuMu,