Wednesday, March 26, 2014

Dunia Dalam Kepala

Melihat hijau di pelupuk mata, tanpa ragu usap derita.
Melihat merah buat lidah terbata, serupa bencana tak berlogika.

Aku memiliki bola yang menempel di atas badan.
Aku juga memiliki bola di bawah kaki.

Andai kau rasa, ada sesuatu yang tak terbatas oleh rasa.
Abadi pun bukan kata yang tepat.

Dan wanita akan masuk dengan tubuhnya diantara yang terbatas untuk yang tak berbatas.

Monday, March 24, 2014

Bertahan Bukanlah Maju (salah arah)

Perutmu terus mencari yang takkan pernah membuatnya penuh.
Yang didapat hanya rasa sakit.
Kepalamu takkan bergerak kemana kau mau.
Badanmu yang bisa.

Diam mendominasi waktu.
Sementara waktu terus berjalan.
Kau dibawa waktu?
Atau waktu yang kau bawa?

Ingat! bertahan bukanlah maju.
Bertahan hidup bukanlah berarti maju di antaranya.
Bersama adalah cara bertahan hidup paling mutakhir.
Sendiri adalah cara termudah untuk maju.
Bagaimana jika arahmu terbalik di antara yang benar?

Kau Hianati Yang Bukan Milikmu

Hati orang siapa yang tahu dalam dan warnanya.
Tanpa melihat, kau bakar kertas di depan mata.
Sementara Hidup ini terlalu lama untuk hanya diam
Antara Tawa bahagia, dan Tangis kecewa.
Usah ratapan itu di depan jendela yang penuh dengan senyum sang mentari.

Sungai mengalir seperti yang mereka katakan ke bawah.
Sementara beberapa melawan demi yang mereka percaya.

Kau berhembus tak seperti yang lain saat berjalan.
Angin bermuram kala kau tersenyum.
Alam meledak dalam tawamu.
Laut menguap di antara candamu.

Sakitnya bumi ini.
Antara lidah kelu dan jemari yang terpotong.
Sudahi sedihnya hanya dengan meledakkan diri.
Usai pula sakitmu.

Tuanku Yang Seiman

Ini bukanlah hasrat belaka.
Belenggu dihantam besi baja nan tajam milik tuan.
Lukanya membiru di dada.

Tuanku..
Andai saru yang ada di depan mata telah tiada
Kuarungi jua hidup yang penuh tawa.

Tuan..
Sewaktu bernafas tanpa lupa
Aku melihat tuan tanpa bertanya, seakan gelap sudah biasa

Kini waktu menepis semua tanya.
Geraknya takkan tuan tahu.

Bilangku waktu berputar.
Bantahnya waktu berjalan lurus tanpa menengok.

Hambar hanyalah kata.
Rasa hati yang bicara.

Tuesday, March 11, 2014

Melati

Rumit menaungi wilayah jiwa yang tak disentuh
Kering dan gelap.
Awalnya kamu pikir ini akan baik-baik saja
Tapi nyatanya, tidak semua hal dapat kau hitung.

Ada tangan yang jauh lebih besar dari waktu.
Kamu menyadur dengan pasrah.
Ada langkah yang lebih lebar dari rindu.
Kamu merindik diantara luka.

Kuhadapi besi seluas langit di atas kepala.
Kuhindari duri sekecil debu di bawah kaki.
Ku terjang duka nestapa.
Hanya untuk sebentuk hati.

Untuk Ibrahim, Kawanku

Duka nestapa yang kawan rasa.
Kawan menangis, hati turut hampa.
Merintih perih menyabut derita.
Namun hilangnya takkan seberapa.

Kawan, yang jadi laramu juga jadi laraku
Kawan, yang jadi cahayamu juga milikku
Kutangisi laraku diantara si bisu
Kuhantam segala yang jadi cemasmu

Andai aku sebesar bumi
Kubawa kemana kau tuju
Andai aku seterang mentari
Kuterangi sudut jiwamu

Kau tahu Tuhan ada
Mari meminta sembari menanam cinta.

Monday, March 10, 2014

Seandainya Berdiri, Kamu Satu

Andai suatu masa menjawab semua tanya
Akankah tanya menjadi primadona
Tak satupun berani mengutara antara kutub yang berlawanan
Berani hanya ada di antara mulut dan matamu

Aku mencari yang tak kalian cari
Duduk bersama di kursi berduri
Bodoh, jika bicara andai kamu tahu
Aku pun bagai langit di antara angkasa tak bertepi

Bulatkah ini?
Atau antara sisi tak terlihat, ada sudut yang tak pernah diungkap

Kau berani berkaca dan bicara lantang diantara sesat
Sesat yang kau ciptakan sendiri
Kau berani menuai buah yang rasanya pahit diantara yang kau tanam

Seandainya berdiri kamu cuma satu
sebelum mereka merasa bagai keledai  tua diantara kuda hitam yang gagah dan muda

Hitam Cerah, Putih Mencekam

Dimana ada satu disana tersisa terlalu banyak
Di antara ketiadaan, hampa namun penuh
Beberapa diantara mereka hanya menyeruput secangkir kopi

Kamu di sana entah bagaimana
Aku di sini menderita dan terluka
Andai dia mencari
Usah sesal itu

Sedari dulu hidup hanya sembilan
Dua beberapa antara isak tangis dan air mata
Rindu kekasih dibalut kain hitam

Banyak cahaya diantara ruangan gelap
Jangan kau tanyakan asalnya agar tak kecewa
Beberapa hari hampa dengan uang
Banyak hati yang terbeli

Semua berharga namun tak tertera
Mulutnya tak mengucapkan kata
Namun hati selalu terpana
Nanti akan dicari jawabnya

Kini kutemui indah yang lebih rumit dari keyakinan
Andai engkau merasa
Mereka terbeli oleh gemilang cahaya
Lampu indah antara duka nestapa

Saturday, March 1, 2014

This Is It 2244476665552777

There's no reason to tell..
But too many words i need to tell..
Most of all is how i thankful to God for giving me such a very kind of friends as you all..

You guys are always blazing a fire of happiness between my madness and my sorrow..
You guys are always set me on the right thing..

But why i always try to find something, something that i guess my belonging?
As much a time i spend with you all, makes me want more.
But! I don't even know what i want.
Something which is can make me feel complete.
I hate these gawky and lonely feeling.

This is it! Kuldesak. 2244476665552777