Hati orang siapa yang tahu dalam dan warnanya.
Tanpa melihat, kau bakar kertas di depan mata.
Sementara Hidup ini terlalu lama untuk hanya diam
Antara Tawa bahagia, dan Tangis kecewa.
Usah ratapan itu di depan jendela yang penuh dengan senyum sang mentari.
Sungai mengalir seperti yang mereka katakan ke bawah.
Sementara beberapa melawan demi yang mereka percaya.
Kau berhembus tak seperti yang lain saat berjalan.
Angin bermuram kala kau tersenyum.
Alam meledak dalam tawamu.
Laut menguap di antara candamu.
Sakitnya bumi ini.
Antara lidah kelu dan jemari yang terpotong.
Sudahi sedihnya hanya dengan meledakkan diri.
Usai pula sakitmu.
Tanpa melihat, kau bakar kertas di depan mata.
Sementara Hidup ini terlalu lama untuk hanya diam
Antara Tawa bahagia, dan Tangis kecewa.
Usah ratapan itu di depan jendela yang penuh dengan senyum sang mentari.
Sungai mengalir seperti yang mereka katakan ke bawah.
Sementara beberapa melawan demi yang mereka percaya.
Kau berhembus tak seperti yang lain saat berjalan.
Angin bermuram kala kau tersenyum.
Alam meledak dalam tawamu.
Laut menguap di antara candamu.
Sakitnya bumi ini.
Antara lidah kelu dan jemari yang terpotong.
Sudahi sedihnya hanya dengan meledakkan diri.
Usai pula sakitmu.