Tuesday, March 11, 2014

Untuk Ibrahim, Kawanku

Duka nestapa yang kawan rasa.
Kawan menangis, hati turut hampa.
Merintih perih menyabut derita.
Namun hilangnya takkan seberapa.

Kawan, yang jadi laramu juga jadi laraku
Kawan, yang jadi cahayamu juga milikku
Kutangisi laraku diantara si bisu
Kuhantam segala yang jadi cemasmu

Andai aku sebesar bumi
Kubawa kemana kau tuju
Andai aku seterang mentari
Kuterangi sudut jiwamu

Kau tahu Tuhan ada
Mari meminta sembari menanam cinta.