Saturday, October 20, 2018

Berkawan Sepi

Enggan sekali kumenyebut namamu..
Biar mereka menerka,

Walau begitu mereka tahu..
Harus apa atau bagaimana diriku kepada hatiku..
Karena sesungguhnya hanya engkau yang mampu mengisi..

Biarpun lara menerpa hari,
Keheningan mencekik hati,
Kebimbangan menerpa jiwa,
Keharuan mewarnai hari..

Biarkan anganku bersamamu,
Tiada yang lain?
Bagaimana dengan hatiku?
Bagaimana dengan apa yang kumau?
Bagaimana dengan inginmu?

Sungguh ku bertanya pada malam,
Hendaknya kau jawab tanyaku,
Karena hanya itu yang kunantikan..

Kau yang kusayang

Dimensi ini, bagai belenggu bagiku..
Kau tahu rasanya?
Perasaan yang tak pernah kubayangkan..
Ku ingat yang kau ucap padaku, bahwa ku 'kan menyesal kala kau tiada..
Kini semua itu terjadi..

Bukan karena egoku,
Lebih seperti karena semesta tak merestui..

Sayang, kau satu-satunya yang kusayang..
Kutahu beribu hati tak mampu mengganti senyummu kala kau di sampingku..
Andai semua yang kupunya kini dan nanti bisa kutukar dengan senyummu disampingku walau hanya sehari..
Pastilah kulakukan..

Biar mereka hina hati ini..
Biar mereka benci dimensi ini..

Entah kau dimana..
Aku tetap dalam dimensi cinta..

Biar haru-biru ku diledakkan kasmaran..
Mereka tahu ku cintai dirimu..
Siapapun disampingku, hanyalah api cemburu akan senyummu..
Kau satu yang tak tergantikan..

Biarkan aku bersamamu sekali lagi,
Walau hanya untuk malam ini..

Celakalah Aku

Celakakah aku?
Saat ku tatapi rembulan, yang kulihat wajahmu..
Celakakah aku?
Saat ku ratapi sepi, yang ku ingat adalah senyummu..
Celakakah aku?
Saat ku di dera haru dan biru, yang kuingat adalah hangat pelukmu..
Celakakah aku?
Saat kutertatih melawan egoku, yang kuingat adalah betapa engkau mampu menyejukkan jiwaku..

Celakalah aku..
Celakalah aku..
Celakalah aku yang tanpa kehadiranmu disisiku..

Biarkan tatapan ini..
Biarkan sepi ini..
Biarkan haru biru..
Biarkan ego ini..

Celakalah aku yang kini tanpamu..
Celakalah aku yang kini tiada lagi bersamamu..
Celakalah aku yang kini tanpa pelukmu..
Celakalah aku yang kini tiada bersamamu..

Katakanlah sayang, kapan engkau kan kembali?
Nyatakanlah sayang bahwa engkau kan kembali..
Katakanlah sayang bahwa engkau kan kembali bersamaku..
Karena hidupku kini hanya menanti..

Celakalah aku..

Monday, July 30, 2018

Malamatiyah

Boleh jadi aku dilambungkan ke angkasa..
Boleh jadi aku ditenggelamkan dalam samudera..
Boleh jadi aku dibenam dalam tanah..

Biar dengan begitu aku bisa tetap MencintaiMu.
Kerelaan hati ini sepenuhnya kuberikan.

Bukankah sudah kujanjikan sebelum kelahiranku,
Bahwa kelak kita kan bersama sebagai kekasih.
Bukankan sudah kujanjikan sesudah darah ini tertumpah,
Bahwa kelak kita kan berjumpa dalam keabadian.

Duhai Kasihku berikan aku kecaman itu,
Berikanlah aku cambukan itu,
Berikanlah aku duka nestapa itu,
Agar aku tahu arti kebahagiaan kelak.

Thursday, July 12, 2018

Bisikan Bidadari Malam

Bisakah kau mendengar kesepian ini?
Menyeruak ke angkasa.
Bisakah kau merasakan keheningan ini?
Merebak ke dalam rongga dada.

Tak habis kau usap peluh deritamu,
Kehidupan begitu janggal kau dapati.
Tak usah senyummu itu menipu dunia,
Biar kukatakan yang sebenarnya pada mereka.

Kau minum air panas dari cangkir biru langit,
Sesaat kau diam,
Merenungi waktu yang begitu kejam,
Tak henti pula kau menjalaninya,
Entah kerelaan atau keterpaksaan yang buatmu begitu,
Bagiku sama saja,
Kau terlihat lelah dan bersedih.

Bermuram berusaha terlihat,
Bersinar berusaha terlewat,
Kau ingini yang bukan saatnya,
Kau hindari yang bukan saatnya.

Cobalah sekali lagi kau merindunya,
Kuyakin takkan kau sesali,
Amarahmu padam,
Semangatmu patah,
Apalagi yang buatmu hidup selain kerinduan itu?

Bukalah!
Bukalah peti usang itu, sayang.
Kisah yang begitu lama kau pendam,
Kisah tanpa dusta dan tipu daya dunia.

Kuyakin itu pula yang kau ingini,
Sejenak berlari dari takdir yang memekik memecah telinga,
Mengharu birumu tanpa ampun.

Biarlah kau kini denganku,
Menikmati malam bersama sang rembulan yang hendak bernyanyi,
Menari bersama bintang-bintang,
Hembusan angin yang kian merdu dan bergairah,
Biarkan kami bercinta semalaman bersama malam.

Friday, July 6, 2018

Malam Ini

Malam yang paling melelahkan adalah ketika rindu menyerang semalaman suntuk, seolah tenaganya mampu membenamkan hati ke dalam perut bumi, hilanglah semua rasa.

Atonement

Aroma nafasmu yang menghangatkan relung hati,
Menutup luka, mengusap perih, menghapus letihnya hati.

Indahnya senyummu yang menyejukkan panasnya hari.
Membasuh perih, memecah ceria, menghempaskan lara.

Tak bisa kuhitung berapa,
Yang kutahu mengapa,
Namun tetap diam tak kujawab,
Agar tak satupun tau adanya.

Biar aku yang saja tau kau begitu nyata saat ku memejam mata.
Biar aku saja yang rasa kau istimewa saat ku berlari.

Ooh waktu, andai kau beri tahu apa yang sedang kunanti,
Tiada pula rindu ini sendiri meratapi sepinya hati.
Ooh waktu, andai kau sampaikan salamku ini,
Tiada pula hari demi hari kujalani dengan sendiri.

Apa mau dikata,
Biarlah aku tetap,
Karena aku hanya untukNya,
Mengikhlaskan hati di hari demi hari.

Tuesday, June 19, 2018

Rahasia Ini

Kupejamkan mata,
Malah terlihat begitu jelas senyummu karena apa yang kuucapkan.
Kulelapkan diri ini,
Malah terasa begitu nyata hangatnya pelukmu itu.

Begitu beratnya nafas ini,
Kala kutahu semua itu adalah mimpi.
Begitu pekatnya jelaga api sesalku di dalam dinding hati,
Kala kuingat apa yang buatmu pergi.

Jikalau memang semua ini hanyalah mimpi,
Ingin sekali ku terjaga.
Jikalau memang semua ini hanyalah mimpi,
Ingin sekali ku terjaga.

Biarlah rasa ini untukku sendiri,
Usah mereka sebut namamu,
Kuberlari sejauh-secepat yang kubisa,
Begitu hebat bayangmu menghantuiku.

Sudah kulari ke ujung dunia,
Sudah kuarungi laut dan samudera,
Sudah pula kudaki gunung tertinggi,
Tak bisa kusembunyi dari senyummu.

Sudah kupelajari semua di ilmu dunia,
Sudah kupelajari semua ilmu semesta,
Sudah pula kukaji kembali,
Tak satupun mampu pecahkan Rahasia Ini.

Mungkin waktu sudah memahami apa yang terjadi nanti,
Biarlah kutetap berlari,
Biarlah kucoba sembunyi,
Sampai waktunya nanti.

Friday, June 8, 2018

Another Day In Paradise

Kau tahu?
Senyummu adalah duniaku,
Dimana sehari-hari aku hidup.
Senyummu adalah duniaku,
Dimana udara begitu lepas bisa kuhela.

Jikalau surga bisa kulukis dengan tanganku,
Sudah pasti senyum manismu itu yang 'kan kulukiskan.
Bersyukurlah bagi kalian yang mampu melihat surga tanpa harus mati berkali-kali.

Jangan sesali hidup ini,
Nikmati, syukuri apa yang ada.
Terkadang kita tidak bisa menyadari harganya.
Namun jikalau sudah tiada,
Pastilah penyesalan yang tersisa.

Tuesday, June 5, 2018

Ironi Kesendirian Ini

Hari ke hari..
Bergelayut mimpi bersibak keringat..

Salahku memang,
Tak henti ku membandingkan..
Sudah jelas kau yang terbaik dari semua yang kutahu..
Tak kudapat kesempurnaan itu pada yang lain.

Kulakukan semua hal yang bagi mereka tak mungkin untukku..
Kubuktikan sudah selama menahun ini di hadapan mereka..
Dengan angkuh ku berkata "Tak ada yang tak mungkin.."
Ironisnya aku tahu yang tidak mungkin bagiku sangat nyata di depan mataku.

Kusemai rindu agar meratap berbunga di keheningan malam..
Tak jua berbuah malahan hati kering menanti..
Andai sekejap saja bisa kupandangi senyummu sekali lagi..
Takkan kusesali hidup ini..

Kau yang indah..
Maafkan karena tak kulihat,
Bukan mataku yang buta,
Hanya hati tak lagi merasa.
Jikalau sempat kuberucap,
Maaf pula yang hendak kuhaturkan kepadamu..

Ampuni aku,
Tak lagi aku berkata yang tak kuketahui,
Ternyata saat bibir berucap,
Hati pun terpatri,
Kini ku berada di ruang hampa,
Gelap..
Sunyi..
Sepi..
Sendiri..

Thursday, May 17, 2018

Sudah

Sementara wajah silih berganti,
Senyummu belum pernah terganti..

Sekali aku memimpikanmu,
Mataku enggan lagi terpejam..
Bukan ku tak mau menemuimu,
Hanya saja kutahu itu hanyalah angan berujung perih.

Tak mau lagi hati sendiri,
Namun tiada pula kusanggup mencari lagi..

Salahku menjanjikanmu hatiku,
Salahku pula menjanjikanmu kebahagiaan..
Sementara kini kau pergi,
Sementara kau bahagia bukan karenaku..

Sudah kusalahkan waktu,
Dia balik menyalahkanku..
Sudah kusalahkan kebodohanku,
Dia balik menyalahlanku..

Sudah tak merasa,
Sudah tak terasa,
Sudah tak berharap,
Sudah usaikah semua ini?