Sunday, December 28, 2014

Romansa Suatu Masa

Waktunya cepat berlalu.
Padahal hendak kuajak bicara.
Harumnya tertinggal dalam sepi.
Padahal sudah bosan kuciumi.

Dahan tampak berkilau.
Gunung berderu bagai genderang perang.
Lautan berkata tak lagi berlari.
Kilau mentari mengalir dari lehernya.

Semua menjadi tak beraturan namun menyenangkan.
Untuk kukenang, takkan kusesali.
Hiasi esok dengan warnamu.
Sesekali kubuang dalam bara agar memudar.

Bintang

Getaran ini adalah kata.
Frekuensi yang tak kau dengar.
Mengalun bersama angin ke udara.
Sampai di telingamu yang kau tutup rapat.

Sebening air seputih kertas.
Bersinar di gelapnya malam.
Menyala bagai lentera harapan.
Berkilau kala ku gembira.

Engkau hanyalah bintang.
Aku sekadar manusia.

Tanda Tanya (!)

Aku benci membenci..
Karenanya kebencian malah menjadi biasa.
Aku benci ketika aku harus membenci..
Karenanya membenci bisa dalam sekejap saja.

Syukurlah aku manusia..

Tetapi langit semakin kelam.
Tanah tak lagi hangat.
Rumah pun tak berpintu.
Mendidih bumi ini kemarin!

Kemarin kutanya pada angin.
Hanya bermasam dan berlalu.
Hari ini kutanya hujan.
Dia menangis menunduk dan berlalu.

Haruskah kubiarkan?
Hnya mampu memandangi.
Memandangi manusia berlumuran benci.
Sedang aku melumuri.

Tuesday, December 2, 2014

Surat Untuk Merpati Hitam

Untukmu yang hitam namun begitu cemerlang.
Merpatiku..

Jangan kau ragu tuk pergi menjauh.
Pergilah, kejar yang kau mau..

Disini ku terantai mimpi..

Sudah selesai kisah kita yang kemarin.
Kini kau buka lembaran barumu..
Bukan denganku, dengan mereka.
Biar rantai ini yang mendewasakanku.

Takkan kusesali semua yang telah terjadi..
Kusimpan kisah kita di antara gemercik air.
Bisa kutengok kala ku rindu.

Pergilah menuju lautan nan luas..
Pergilah menuju pegunungan nan tinggi..
Pergilah ke padang rumput yang sejuk nan damai..
Pergilah kemanapun kau mau.

Miang Di Hatimu

Menguntai kata..
Merangkai nada..
Membuai rasa..
Mengurai derita..

Janji yang terucap..
Nada yang mengalun..
Rasa yang terungkap..
Derita yang terusap..

Hanya aku yang tahu.

Usah semua ragu itu untukku..
Ku tiada pernah kan datang lagi padamu.

Dauk

Sudah kubilang sempurna hanyalah kata.
Sudah kuasa di tanganmu.
Sudah harta dalam perutmu.
Sudah wanita di pelukmu..

Tetap kau cari sempurna.
Tetap kau rebut kuasa.
Tetap kau rampas harta.
Tetap kau jerat wanita.

Kaulah dauk.
Putih yang bukan putih.
Putih yang keluar dari bangsanya.
Putih yang lupa tempatnya.

Seusai Senja

Buai bintang meracau di antara mega yang mendung..
Suar cahaya mentari lenyap ditelan tanah sore yang lapar..
Terpuruk sang gelap dihempas bimbangnya senja..
Tak terkira suasananya saat itu.

Siang tiada tertolong tertinggal mati di balik jeruji waktu..
Manusia berlari tergesa dikejar lelah sampai ke rumahnya..
Langit turut mengayun hujan membasahi muka bumi yang kering.
Lalu semua terhening dimakan kesunyian Malam..

ELANG

Dia terbang melayang, melenyapkan tubuhnya di antara langit nan kelabu.
Tak takut akan petir yang sedang murka siang itu..
Terbang seakan tiada pernah ada hari esok.
Terbang kemana, hanya dia yang tahu.

Kepakan sayapnya menghempaskan kapas nan dingin..
Sesekali matanya yang tajam menatap pepohonan yang semakin mengecil..
Dinginnya langit tak jua ia rasa..
Hampanya langit takkan buat takut terpahat di hatinya..

Dialah esok!
Dialah sekarang!
ELANG.

Monday, November 10, 2014

JalanNya dari caraNya

Mungkin kata sudah menutupi rasa.
Mungkin maknanya melebur diantara tawa di muka..

Tapi mata tak dapat berbohong.
Tapi hati tetaplah merasa.
Hidup yang kosong..
Jalan yang hampa..

Sempatku memuji dalam doa.
Sempatku mengumpat dalam dosa.

Namun 'ku hanya manusia.
TanpaNya aku tiada..
Namun 'ku hanya manusia..
TanpaNya aku tiada..

Inikah jalanNya dari caraNya?

Terkunci Sepi

Ini salahku..
Bukan salahmu..

Ini jalan yang kupilih..
Tak mampu kata memugar janji..
Tak jua asa yang datang diantara luka..
Hanya kuasa dan kehendakNya..

Biarkan bulan bernyanyi..
Biarkan mentari menari..
Tetaplah aku sendiri..
Tanpa siapapun di sisi..

Aku sendiri..
Kupilih jalan ini..

Diantara mata dan hati..
Hanya ada kata yang tak terucap..
Terkunci sepi.

Saturday, August 9, 2014

Pemuda Di Negeriku

Negeriku lucu.
Dia punya segalanya, namun sibuk mencari.
Apalagi yang dicari?

Negeriku sungguh lucu.
Dia punya tangan dan kaki.
Namun dipatahkan sendiri.

Negeriku benar-benar lucu.
Dia punya mata dan semua indera.
Namun mencacati dirinya sendiri.

Negeriku sudah tak lucu lagi!
Karena bangkitnya para pemuda!

Hentikan olok-olokmu atas negerimu sendiri!
Bisa apa kau?
Bilang kau masih muda, ideologi pun tak punya.
Bilang kau kaya, berpikir pun sebatas tawa jenaka.

Luka Basah Bernanah

Luka basah bernanah itu membisikkan doanya diantara debu dan panasnya mentari.
Seandainya ia mampu berlari, namun hanya mampu berdiam sendiri.
Serangga kejam menghantamnya dengan berjuta bakteri.
Bukan sembuh malah menganga.

Lalu hujan tetiba turun atas kehendakNya.
Entah darimana serbuk bunga itu menyelimutinya.
Mungkin angin sejuk terbang membawanya kesana.
Sekejap luka bagai tiada pernah ada.

Tunggu dulu!
Itu luka? atau kisah negeriku?
Tampak sama namun berbeda.

*

Mencintai dari fisik adalah semurah-murahnya cinta yang murah.
Tapi akan kucintai dirimu dari sukmamu atas izin Tuhanku.
Andai caci maki di depan mata, samping telinga.
Tak ku hiraukan jua segala imajiku.

Gadisku...
Kini bayangmu sudah bukan hanya milikmu seorang.
Namun juga milikku.
Pun bayang milikku..

Kirab debu kemarau tak lagi yang mereka hisap.
Kini hujan turun diantara kemarau itu.

Matamu bagai pintu menuju semesta yang tak pernah kutahu.
Senyummu bagai deru aliran darah bagiku, dengan apapun makna hadirnya.
Usah risau sepi itu kini.
Kau hadir dan Ia telah memberi lebih dari yang kupinta.

Simpan mawar yang kuberi..
Kelak hatinya kan tertanam dalam cintamu.
Bukan dariku, tapi dariNya untuk kita.
Sungguh aku milikNya dan kaupun sama.

Kamu Dimensi Itu

Memang benar adanya.
Hidupku ada di 3 dimensi ruang dan 1 dimensi waktu.
Namun Tuhan berikanku 1 dimensi lain dalam dunia yang kupijak kini.
Semesta baru bagi hati ini.

Kamu..
Dimensi baru itu.
Yang selama ini kupikir takkan pernah ada.

Kamu..
Dimensi baru yang berpendar di gelapnya hati ini.
Yang selama ini kupikir takkan pernah menyala.

Kamu..
Dimensi baru yang memercik kembali rona dalam wajah ini.
Yang selama ini kupikir takkan pernah datang.

Sunday, August 3, 2014

Tuhanku, Kini Kutahu

Kau benar, cinta tidak membutakan. Cinta menjernihkan pandanganku.
Kau benar, cinta bukanlah sesuatu yang sulit untuk dirasa. Cinta adalah hal paling sederhana yang dapat kita rasa namun begitu bermakna.
Kau benar, mencintai takkan pernah merugi. Cinta adalah sebaik-baiknya madu di alam semesta.

Aku jatuh cinta pada pemain dalam permainan yang takkan pernah kumenangkan.
Aku tak mampu melawanMu.

Saat ada sesuatu dimatanya, aku dapat melihat cintanya yang begitu besar namun meragu.
Bukan untukku, tapi kuraih tangannya yang begitu kurindu, seperti anak anjing disana menatapi tangan itu.
Tuhan, aku menyerah pada permainan ini.
Sungguh sangat kusayangkan, tetapi takdirMu belum kutahu.
Kini kutahu yang Kau maksud selama ini.

Saturday, August 2, 2014

Bukan Bodoh

Kamu tak mampu mengeja sebuah kalimat
Kepalamu penuh namun tak sampai tumpah
Antara benar dan salah kau diam dalam keraguan
Kepingan nyawa hanya tinggal sebagian

Diam disana hanya saling bertatap
Berharap saling memahami bahasa diam
Mereka menyaut dalam hati
Bohong atau nyata mereka tetap mati

Thursday, July 24, 2014

Terdalam

Ayahku..
Kecewa dan kesedihan adalah makanan harianku darimu..
Senangpun terlalu..
Remaja kusadar tak ada yang dapat kupinta darimu..
Kini kesadaran ku lebih lagi, kau minta kugantung mimpiku padamu.
Kau buang pula mimpiku, waktuku dan semuanya di depan mataku.

Ibuku..
Aku disampingmu selalu..
Dan akan tetap begitu, sedari dulu hingga nanti aku mati.

Kini kubuat lagi beribu mimpi dengan berjuta keringat.
Harap cemas ayahku tak tahu.
Rusak di hidupku perlahan kuperbaiki.
Semoga menjadi yang sebaik-baiknya diri ini.

Sedari dulu tak pernah kulihat emas di tangan.
Sedari dulu hanya taman dan teman.
Kini ku tanam mimpiku di taman itu bersama teman.
Kuharap ku mampu maju dan bertahan.

Tuesday, July 22, 2014

Kepada : Bangsa Indonesia

Bangsaku yang kusayang..
Sungguh terlalu lama aku berdiam padamu bangsaku yang terlalu cerewet.
Si malas masih tertidur, si bodoh sibuk memecah belah, dan yang serakah tak malu makan dari keranjang kotoran.

Aku tidak duduk jauh darimu bangsaku.....

Sesungguhnya sekian lama ini, aku sudah menjadi kami.
Kami bersantai, bersenda gurau dan belajar sembari berusaha menghabiskan kopi di tanah air ini.

Kami disini, maka datanglah....

Ceritakan sejauh mana resahmu, sungguh kami adalah saudara sebangsamu yang sedarah indonesia.
Bawa keluh kesahmu pada kami, usah kalian lara sendiri. Menebar paku di kasur kalian, membakar halaman rumah kalian sendiri.

Ajak pula kawan kita yang lupa keluarganya itu, sampaikan bahwa Indonesia merindukan mereka.

Pikirannya yang maju dan begitu kritis itu, jiwanya yang begitu lapang dan semangatnya yang menyala! Sungguh kami butuh mereka untuk membuat baju dan membangun kembali bersama tembok rumah yang mulai hancur, pilar yang bergeser dan atap rumah kita yang sudah hilang.

Demi ibu pertiwi kutunggu kalian besok di depan rumahku sehabis subuh..


Saudara sebangsamu sedarah Indonesia!

Kawan-kawanku

Cucur keringat di sore itu bukanlah sesuatu.
Panas dari terik mentari pula yang kita puja-puja.
Hujan pun tetap menjadi mimpi indah di siang hari.
Udara campur debu hanyalah musuh kita yang tidak berdaya.

Kawan-kawanku sayang..
Rindu hati ini tertawa.
Sungguh kenangan hanyalah dimensi waktu yang beku.
Namun melumer saat kita bertemu menjilati kenangan itu.

Kawan-kawanku sayang..
Doaku pada Tuhan untukmu dan kami.
Tak ragu sepatah kata pun dari hati ini berucap.
Untuk kalian, kawan-kawanku yang kusayang.

Thursday, July 3, 2014

Yaaa Tuhanku...
Manusia kini kembali buta.
Tak mampu lagi melihat siapa Tuhannya.
Ada yang bilang materi.
Ada yang menyaut teknologi.

Dusta!

MendustaiMu lagi..
Mengotori lagi nurani.

Kuyakin kelak, manusia hanya akan terbelenggu oleh ambisi.

Thursday, June 26, 2014

Hingga Kini

Aku tak tahu dari kapan.
Hingga kini..........
Hanya..........
Hanya tanda tanya.

The Untitled

Semua orang mampu menggambarkan rasa sakit dengan kata.
Tak satupun dari mereka yang mampu menggambarkan kebahagiaan.

Tuhan..
Apa itu cinta?

Orang bilang cinta harus berakhir dan selamanya.
Apa cinta adalah suatu dimensi waktu yang kau cipta?

Tuhan..
Mengapa ada cinta?

Orang bilang cinta bisa hilang dan kekal.
Apa cinta adalah suatu benda?

Tuhan..
Bagaimana cinta?

Orang bilang cinta itu sakit dan senang.
Apakah cinta perasaan?

Aku tahu!
Kau cipta cinta sebagai dimensi waktu dimana mereka tak bertemu tapi tetap bisa bahagia bersama dalam kenangan.

Aku tahu!
Cinta adalah benda agar cinta menjadi hal paling nyata dalam asa.

Aku tahu!
Kau cipta cinta sebagai rasa yang selalu terasa agar mereka bisa tetap bahagia dalam duka.

Satu tanya ku terakhir dan kupinta.
Yang mana cinta untukku?

Sunday, June 22, 2014

Konsep

Kesempurnaan bukanlah pekerjaan para konseptor. Cukupkan di ide utama, konsep pelaksanaan dan pengawasan. Manusia selalu mencari kesempurnaan, sementara Tuhan menciptakan segala sesuatunya dengan keseimbangan yang di luar jangkauan kita. Biarlah begitu, ini indah. Perasaan adalah kematian juga kehidupan, mati adalah tidak merasa, hidup terlalu banyak yang dirasa. Hidup jauh lebih tegak ketika kau bisa melangkah diantara angin dan debu.

Tuesday, June 10, 2014

Mengapa Aku Begini

Aku adalah hasil karya kalian.
Kanvas yang kalian taburi berbagai bubuk warna..
Kau taruh di sudut ruangan itu.
Sesekali kalian lihat hanya untuk mendapat inspirasi.

Janji sudah kau lupa..
Kutemu yang kumau..
Dia mau yang ada..
Kuberi segalanya..

Thursday, June 5, 2014

Di Suatu Pagi Nan Damai

Merasuk ke dalam kalbuku tanpa melalui sesuatupun..
Sudah disana sedari lama namun sempat terlupa..

Bersandar padaNya..
Hangat rasanya..
Berpendar diantara sunyi yang kelam.

Rintihan perlahan melangkah menjauh..

Air hanyalah air.
Api hanyalah api.
Mereka tiada berarti tanpa kendali.

Mohon ampun dengan simpuhku.
Mohon perlindunganMu di setiap waktuku..
Doa mereka kau dengar..
Doa mereka kau kabul..

Pagi nan damai

Friday, May 23, 2014

Ruang Gelap

Bagai lilin menyala lalu tertiup angin..
Kini lampu itu meredup..
Pandanganku tak lebih dari panjang tanganku..
Ruangan ini menjadi terlalu gelap untukku..
Tak lebih baik dibanding kemarin..
Udara dingin menjilati kulit kering ini..
Malam dengan mata merah menyeranta alam yang tertidur..
Aku terdiam di sudut ruangan itu..
Menanti bagai gadis kecil yang takut kegelapan..
Kau takkan tahu apa yang mampu kulihat..
Samar cahaya tampak jauh di langit..
Tak seorang pun mampu menggapai untuk dibawa ke bumi ini..
Menanti bukan yang terbaik untuk saat ini.
Tapi ku terlalu takut untuk berdiri dan melangkah.

Thursday, May 22, 2014

Pasrah

Kata-kata yang terucap begitu menyakiti diriku sendiri..
Kebohongan hanya untuk memberi penawar rasa sakit..
Pastinya Kau tahu Tuhan..

Maafkan hambaMu..
Kini kurasa tak sanggup sakit ini ditahan..
Nanahnya sudah tercium oleh banyak orang..

Aku yang sudah tak tahan namun tak berdaya..
Kau Tuhanku.. Tak pernah ku meminta selain padaMu dan diriku..
Kini diriku tanpa daya dan tak mampu berupaya..

Jera jua bukan kata, tapi dirasa..
Kini 'ku pasrah atas kehendak dan kuasaMu..

Saturday, May 10, 2014

Dan Lagi

Dan lagi sepi ini ada di hati..
Kutahu datangnya, mereka dari yang entah mengapa menjadi gila..
Dan lagi sepi ini diam sendiri..
Kutahu mengapa, hati tersakiti oleh sang entah mengapa menjadi gila..
Dan lagi kini dunia menjadi terlalu sepi..
Ku tak tahu entah mengapa menjadi gila..

Dan kini..
Hidupku hanyalah bualan waktu..

Thursday, April 24, 2014

Salah Bagimu, Bukan Bagiku

Orang yang mengatakan keyakinan orang lain salah tanpa sebuah argumentasi itu, sudah pasti merasa dirinya sangat benar. Sementara benarnya hanya atas pandangannya sendiri, bukan atas luasnya keilmuan yang dimiliki dengan banyak pembanding dan kebesaran hati. Di sisi lain, kebenaran itu sendiri bisa di-iyakan apabila memang sudah bisa dibuktikan dengan jelas faktanya. Dengan apa? Dengan indera kita. Bahkan, jika seseorang meyakini bahwa benar Tuhannya adalah sebuah batu, kita tidak bisa menyalahkan. Karena dia benar dari pandangannya. Jika kau merasa benar, maka cukupkanlah benar itu bagimu. Jika kau merasa salah, yakinkan dimana salahmu dan perbaikilah.
Dan orang tidak layak berbicara tentang Tuhannya (ALLAH S.W.T) lah yang benar, sementara syariatnya sendiri belum berjalan otomatis, apalagi langsung membicarakan perihal hakikat.

Friday, April 18, 2014

Kini Kuingat

Kini kuingat mengapa ku membenci.
Kini kuingat mengapa ku berlari..
Kini kuingat mengapa ku mencaci..
Kini kuingat mengapa ku menyepi..
Aku ingat semua itu..
Aku ingat semua itu..

Kini kuingat mengapa mata enggan terpejam..
Kini kuingat mengapa hati terluka..
Kini kuingat mengapa jiwa merana..
Kini kuingat mengapa ku kecewa..
Aku ingat semua itu..
Aku ingat semua itu..

Ibuku

Seakan tiada berkawan..
Hidup seorang diri tiada yang menanti..
Kini raga sudah tak terasa..
Sukma bungkam dan perlahan mati..

Banyak sekali senjata tuan yang menancap.
Puan pun harap cemas menanti ku mati..
Entah derita apalagi yang ada..
Ibu disana meradang dalam sepi..

Thursday, April 17, 2014

Senja

Senja..
Kau punya cahaya nan indah..
Menembus ruang diantara rambut itu..
Kau terangi senyum di wajahnya, yang jelas berbayang padaku di hadapannya..

Senja..
Kapan kau ajarkan dia menghentikan waktu?
Detak. Kaki. Nadi. Dan pandangan.

Senja..
Kini kutahu, hidup kembali ada di udara..
Benar katanya, berlari hanya sia-sia tanpa tujuan..
Kuyakin kini ia yang menuntunku..
Menuju jalan yang benar dan dibenarkan..

Senja..
Sanjung dan puja hanya untuk pencipta kita.
Kumintakan kau sang malam, biar kalian saling melengkapi.

Semoga ku ada di dimensi waktu kau.

Mata Itu

Kulihat mata itu, di dalamnya begitu lembut.
Kulihat mata itu, di dalamnya begitu sejuk.
Tak mampu lebih dalam memandang.
Tak mampu jua tuk berpaling.

Enggan..
Mungkin..

Tak dapat kupercaya ada yang seperti itu..
Kuat dan begitu hidup dan menghidupi.
Baru namun takkan terbarukan.
Tak pernah kutahu ada yang seperti itu.

Dalamnya rindu 'tuk kembali jumpa, kuanggap telah tiada.

Hening...

Rasa-rasanya hidup kembali ada di udara.

Semua karena mata itu.

Tuesday, April 15, 2014

Dalamnya Malam, Dinginnya Hati

Dia ada dalam rengkuh perasaan yang sangat teramat sedih..
Hatinya bungkam, namun mulutnya banyak bicara..
Ucapannya kosong tak tercerna oleh lambung tanpa buku..
Jemari merangkai kata, hati menguntai kebohongan..
Kala kenyataan ada di depan mata, hanya air mata yang bicara..

Kau terlalu sombong untuk merasa..
Kau terlalu sedih untuk bicara..
Kau terlalu gila untuk tertawa..
Dan kau sudah tak lagi bisa menari di atas api..

Gairahmu redup disiram lautan derita..
Gemilang senyummu, kini kelam ditutup kelambu nestapa..
Semua ulahmu..
Semua salahmu..

Kau kata kau bisa..
Selangkah pun terbata..
Batu di kepala, derita di kaki..

Diam mulutmu di malam hari tanpa ludah pun setetes.

Monday, April 14, 2014

Panas Dingin Di Malam Hari Karena Kemarin Dan Esok

Saat hati menggelora, mengganggu waktu tidurku..
Saat hidup menjadi terlalu banyak warna karenanya..
Saat tak ada satupun kekurangan yang mampu kutemukan..
Saat makna sebuah kata menjadi begitu dalam dari setiap hurufnya..

Otakku ricuh ramai bagai ada ledakan mesiu di dalamnya..
Telingaku tak mampu lagi mendengar riuh teriak mereka..
Mataku sayup memandang bayang sebuah senyum..
Senyumku pun bertebaran di setiap langkah yang tertinggal..

Apa ini?
Bagaimana bisa?
Aku terlalu sadar untuk terkejut..
Namun beginilah..
Saat hati bicara, kau disana menjadi sempurna.
Walaupun sempurna bukanlah kata yang cukup untuk menggambarkan.
Namun sempurnamu adalah kata yang takkan usai dijabarkan dengan kata-kata.

Sunday, April 13, 2014

Tanpa Margin

Ini lingkaran..
Kau sebut ini bola milikku..
Tak memiliki sudut, banyak warna, namun beberapa sisi kuwarnai dengan dasar hitam dan putih.
Suatu saat nanti yang kau sebut bola milkku ini, akan penuh dengan warna..
Mereka yang datang selalu membantuku memberinya warna..
Ada yang di sisi hitam, adapula yang di sisi putih..
Kubiarkan seperti itu..
Kelak, masing-masing dari warna itu akan menerangi jalannya hingga ke gawang dengan kakiku..
Dan kusediakan tempat di luar yang kau sebut bola milikku ini..
Untuk sesuatu yang Tanpa Margin, dan untuk yang berbatas namun terlalu luas..

Salah besar kalau kau bayangkan kakiku hanya sebesar kaki gajah..
Dan akan menjadi kesalahan terbesar dan terburukmu, jika membayangkan yang kau sebut bola milikku ini hanya sebesar bumi..

Wednesday, April 9, 2014

Angkuh Keruh

Entah benda kasat apa yang menutupi kedua matamu itu..
Kini tak ada yang kau lihat selain cermin..

Mungkin kau menemukan itu di jalan, diantara si tamak dan si sombong..
Karena kau selalu benar, kau anggap dirimu Tuhan yang bukan pencipta..

Angkuh sikapmu, keruh keadaan hidupmu kini..

Wednesday, April 2, 2014

Sisi Lain - Sisi Lain

Saya menciptakan blog bagi yang sudah bisa memecahkan kode pada judul postingan saya sebelumnya, semoga bisa dinikmati para pembaca Sisi lain - Sisi lain

Wednesday, March 26, 2014

Dunia Dalam Kepala

Melihat hijau di pelupuk mata, tanpa ragu usap derita.
Melihat merah buat lidah terbata, serupa bencana tak berlogika.

Aku memiliki bola yang menempel di atas badan.
Aku juga memiliki bola di bawah kaki.

Andai kau rasa, ada sesuatu yang tak terbatas oleh rasa.
Abadi pun bukan kata yang tepat.

Dan wanita akan masuk dengan tubuhnya diantara yang terbatas untuk yang tak berbatas.

Monday, March 24, 2014

Bertahan Bukanlah Maju (salah arah)

Perutmu terus mencari yang takkan pernah membuatnya penuh.
Yang didapat hanya rasa sakit.
Kepalamu takkan bergerak kemana kau mau.
Badanmu yang bisa.

Diam mendominasi waktu.
Sementara waktu terus berjalan.
Kau dibawa waktu?
Atau waktu yang kau bawa?

Ingat! bertahan bukanlah maju.
Bertahan hidup bukanlah berarti maju di antaranya.
Bersama adalah cara bertahan hidup paling mutakhir.
Sendiri adalah cara termudah untuk maju.
Bagaimana jika arahmu terbalik di antara yang benar?

Kau Hianati Yang Bukan Milikmu

Hati orang siapa yang tahu dalam dan warnanya.
Tanpa melihat, kau bakar kertas di depan mata.
Sementara Hidup ini terlalu lama untuk hanya diam
Antara Tawa bahagia, dan Tangis kecewa.
Usah ratapan itu di depan jendela yang penuh dengan senyum sang mentari.

Sungai mengalir seperti yang mereka katakan ke bawah.
Sementara beberapa melawan demi yang mereka percaya.

Kau berhembus tak seperti yang lain saat berjalan.
Angin bermuram kala kau tersenyum.
Alam meledak dalam tawamu.
Laut menguap di antara candamu.

Sakitnya bumi ini.
Antara lidah kelu dan jemari yang terpotong.
Sudahi sedihnya hanya dengan meledakkan diri.
Usai pula sakitmu.

Tuanku Yang Seiman

Ini bukanlah hasrat belaka.
Belenggu dihantam besi baja nan tajam milik tuan.
Lukanya membiru di dada.

Tuanku..
Andai saru yang ada di depan mata telah tiada
Kuarungi jua hidup yang penuh tawa.

Tuan..
Sewaktu bernafas tanpa lupa
Aku melihat tuan tanpa bertanya, seakan gelap sudah biasa

Kini waktu menepis semua tanya.
Geraknya takkan tuan tahu.

Bilangku waktu berputar.
Bantahnya waktu berjalan lurus tanpa menengok.

Hambar hanyalah kata.
Rasa hati yang bicara.

Tuesday, March 11, 2014

Melati

Rumit menaungi wilayah jiwa yang tak disentuh
Kering dan gelap.
Awalnya kamu pikir ini akan baik-baik saja
Tapi nyatanya, tidak semua hal dapat kau hitung.

Ada tangan yang jauh lebih besar dari waktu.
Kamu menyadur dengan pasrah.
Ada langkah yang lebih lebar dari rindu.
Kamu merindik diantara luka.

Kuhadapi besi seluas langit di atas kepala.
Kuhindari duri sekecil debu di bawah kaki.
Ku terjang duka nestapa.
Hanya untuk sebentuk hati.

Untuk Ibrahim, Kawanku

Duka nestapa yang kawan rasa.
Kawan menangis, hati turut hampa.
Merintih perih menyabut derita.
Namun hilangnya takkan seberapa.

Kawan, yang jadi laramu juga jadi laraku
Kawan, yang jadi cahayamu juga milikku
Kutangisi laraku diantara si bisu
Kuhantam segala yang jadi cemasmu

Andai aku sebesar bumi
Kubawa kemana kau tuju
Andai aku seterang mentari
Kuterangi sudut jiwamu

Kau tahu Tuhan ada
Mari meminta sembari menanam cinta.

Monday, March 10, 2014

Seandainya Berdiri, Kamu Satu

Andai suatu masa menjawab semua tanya
Akankah tanya menjadi primadona
Tak satupun berani mengutara antara kutub yang berlawanan
Berani hanya ada di antara mulut dan matamu

Aku mencari yang tak kalian cari
Duduk bersama di kursi berduri
Bodoh, jika bicara andai kamu tahu
Aku pun bagai langit di antara angkasa tak bertepi

Bulatkah ini?
Atau antara sisi tak terlihat, ada sudut yang tak pernah diungkap

Kau berani berkaca dan bicara lantang diantara sesat
Sesat yang kau ciptakan sendiri
Kau berani menuai buah yang rasanya pahit diantara yang kau tanam

Seandainya berdiri kamu cuma satu
sebelum mereka merasa bagai keledai  tua diantara kuda hitam yang gagah dan muda

Hitam Cerah, Putih Mencekam

Dimana ada satu disana tersisa terlalu banyak
Di antara ketiadaan, hampa namun penuh
Beberapa diantara mereka hanya menyeruput secangkir kopi

Kamu di sana entah bagaimana
Aku di sini menderita dan terluka
Andai dia mencari
Usah sesal itu

Sedari dulu hidup hanya sembilan
Dua beberapa antara isak tangis dan air mata
Rindu kekasih dibalut kain hitam

Banyak cahaya diantara ruangan gelap
Jangan kau tanyakan asalnya agar tak kecewa
Beberapa hari hampa dengan uang
Banyak hati yang terbeli

Semua berharga namun tak tertera
Mulutnya tak mengucapkan kata
Namun hati selalu terpana
Nanti akan dicari jawabnya

Kini kutemui indah yang lebih rumit dari keyakinan
Andai engkau merasa
Mereka terbeli oleh gemilang cahaya
Lampu indah antara duka nestapa

Saturday, March 1, 2014

This Is It 2244476665552777

There's no reason to tell..
But too many words i need to tell..
Most of all is how i thankful to God for giving me such a very kind of friends as you all..

You guys are always blazing a fire of happiness between my madness and my sorrow..
You guys are always set me on the right thing..

But why i always try to find something, something that i guess my belonging?
As much a time i spend with you all, makes me want more.
But! I don't even know what i want.
Something which is can make me feel complete.
I hate these gawky and lonely feeling.

This is it! Kuldesak. 2244476665552777

Wednesday, February 19, 2014

Pengandai Tak Bertaring

Ku layak, tak kuinginkan begitu..
Tak layak, Terpikirkan pun tidak..
Aku di masa depan, jatuh bangun karena kaki yang lemah..
Aku di masa lampau, berdiri tegak dengan dipapah..

Sama dengan yang tidak kuhitung..
Kebencian merasuk ke aliran darah..
Caci maki menggema di dalam ruang kepala..

Friday, February 7, 2014

Hidup Adalah Perjuangan - Dewa 19

Kemenangan hari ini
Bukanlah berarti, kemenangan esok hari
Kegagalan hari ini
Bukanlah berarti, kegagalan esok hari

Hidup adalah perjuangan tanpa henti-henti
Usah kau, menangisi hari kemarin

Tak ada yang jatuh dari langit
Dengan cuma-cuma, semua usaha dan doa

Kebenaran saat ini
Bukanlah berarti, kebenaran saat nanti
Kebenaran bukanlah kenyataan

Hidup adalah perjuangan tanpa henti-henti
Usah kau, menangisi hari kemarin

Hidup adalah perjuangan tanpa henti-henti
Usah kau, menangisi hari kemarin
Hidup adalah perjuangan tanpa henti-henti
Usah kau, menangisi hari kemarin

Hidup adalah perjuangan
Bukanlah arah dan tujuan
Hidup adalah perjalanan
Hidup adalah perjuangan

Rinduku

Ada sebuah gumpalan dalam hati ini, yang kunamai rindu.
Bentuknya terlalu abstrak, hingga tak mungkin kuukir ataupun kuhias.
Entah rindu apa, siapa atau kapan.
Ini begitu dalam dan menyentuh.

Dia

Dia bagai kain yang berjalan.
Pandangannya bagai angin sejuk diantara pepohonan cemara.
Mulutnya hening bagai pasir di dasar samudra dalam.
Hendak meledak, namun tertahan dengan kuat.

Kekasihmu tiada melihat apa yang mampu kulihat.
Andai dia bisa melakukannya, pastilah dia yang paling beruntung di dunia.

Dari Kulit Yang Tercela

Kala sesuatu yang tak mampu lagi kau pandang, menjadi sesuatu yang tidak kau percaya.
Celakalah kau!

Mungkin mata yang paling esensial di dirimu sudah tak mampu melihat apapun.
Mungkin kulit yang paling esensial di dirimu sudah tak mampu merasa apapun.

Masihkah kau yakini rindu yang tak berbentuk tapi terasa?
Pernahkah kau rasa gelisah yang tanpa alasan, namun kebenaran yang kau temukan?
Adakah rasa iri yang perlahan mengendalikan tangan dan kakimu?
Bisakah kau membenci sesuatu yang bahkan kau tak pernah lihat ataupun rasakan?

Semua yang kau percaya hanya dari kulit yang tercela.
Kebodohan, keangkuhan, serakah dan celakalah dirimu!

Saturday, February 1, 2014

Kami

Kamu disana berdiri, aku duduk disini..
Hendak menyapa, namun muka tak henti berpaling.

Tuhan.. Aku milikMu
Dia pun milikMu..

Satukan kami yang tidak sempurna, menyempurnakan.
Bukan Tuhan, nurani, dan hati kami.
Kau hendak, kami ikuti.
Aku minta, hanya Kau yang mampu memberi.

Tenangkan, kami bukan siapa-siapa.
Hanya berdua, namun saling menanti dan mencari.

Thursday, January 30, 2014

Membeli Yang Belum Terbeli

Sudah kubuktikan aku bisa berdiri sendiri diatas kakiku
Sudah kubuat duniaku di sekitarmu
Sudah ku tertatih melewati hidup yang tak pernah kubayangkan
Banyak mulut busuk yang aku terima dari daun telinga ini
Sudah kuhilangkan maluku
Bahkan kepalaku mengecil seukuran yang tak pernah dibayangkan orang
Masih jutaan lagi yang bisa kulakukan
Lihat nanti, kesungguhanku..
Seperti yang kau pertanyakan wahai gadis! :D

Monday, January 27, 2014

Maybe I'm Amazed - Paul McCartney

Baby i'm amazed at the way you love me all the time
And maybe i'm afraid of the way i love you
Baby i'm amazed at the way you pulled me out of time
Hung me on line
Maybe i'm amazed at the way i really need you

Baby i'm a man
And maybe i'm a lonely man who's in the middle of something
That he doesn't really understand
Baby i'm a man and maybe you're the only woman
Who could ever help me
Baby won't you help me to understand

Baby i'm a man
Maybe i'm a lonely man who's in the middle of something
That he doesn't really understand
Baby i'm a man and maybe you're the only woman
Who could ever help me
Baby won't you help me to understand

Maybe i'm amazed at the way you're with me all the time
Maybe i'm afraid of the way i leave you
Baby i'm amazed at the way you help me sing my song
You right me when i'm wrong
Maybe i'm amazed at the way i really need you

Friday, January 24, 2014

Kutemui Yang Dulu

Mungkin tak sehangat dulu
Mungkin tak secerah dulu
Tapi bahkan yang kuanggap terbaik sebelumnya, malah sebaliknya

Takkan kau temui fisikku berubah
Tapi kau tahu, ku benar- benar berubah di dalam

Kutemui yang dulu, dia tak seindah dirimu.
Kutemui yang dulu, tapi tetap hanya kau yang kucari.

Friday, January 10, 2014

Asing, Terasing, Diasingkan

Kamu asing
Aku terasing
Mereka diasingkan

Terlalu banyak jumlah jarak diantara kita semua
Padahal dunia ini mereka bilang sempit
Tetapi mereka juga bilang dunia ini luas

Apa mau mereka?

Terlalu banyak jumlah jarak diantara kita
Padahal kau bilang selalu di hati
Tetapi kau juga bilang kita terlalu jauh

Apa maumu?

Dunia dingin ini tempat kita
Dunia panas ini tempat kita

Wahai yang asing, terasing dan yang diasingkan!
Tutup matamu, rasakan detak jantungmu itu
Takkan ada kebohongan yang diucapkannya.
Lupakan yang ada di tanganmu..

Agar tak asing.

Sunday, January 5, 2014

Gigiku

Kau kan merasa jika kau mampu terbang lebih tinggi dari 70 kali lompatanmu..
Semua begitu penting..
Semua begitu menyenangkan seandainya........

Kosong

Pada Akhirnya manusia akan menyerah pada keserakahan dari dalamnya..
Tak seorangpun sanggup memadamkan keabadian api itu..

Pada akhirnya manusia menemukan ketiadaan dari semua yang dimilikinya..
Tak satupun benda yang mampu digenggamnya..

Pada akhirnya manusia akan menyatakan kesedihannya dari setiap helai nafasnya,,
Tak ada apapun dalam pikirannya..

Seusai kau bersenang, seusai kau bersedih
Seusai kau kecewa, seusai kau berbangga

Pada akhirnya semua kosong..